Diam-diam Kubu Oposisi Suriah Bertemu Sekutu Assad  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bashar al-Assad. Zimbio.com

    Bashar al-Assad. Zimbio.com

    TEMPO.CO, Kairo - Diam-diam, pemimpin oposisi Suriah, Moaz Alkhatib, bertemu dengan sekutu Bashar Al-Assad. Langkah ini menimbulkan kemarahan para sekutunya. Kemarin, ia terbang kembali ke markas di Kairo dari Jerman untuk menjelaskan keputusannya berbicara dengan wakil Rusia dan Iran, pendukung Presiden Bashar al-Assad.

    Alkhatib dalam pembelaannya mengatakan ia akan bersedia untuk berbicara dengan perwakilan dari rezim Assad dalam upaya membebaskan 150 ribu tahanan. Selain itu, ia juga membahas soal paspor bagi puluhan ribu pengungsi yang melarikan diri ke negara-negara tetangga dan tidak memiliki dokumen.

    Walid al-Buni, salah satu dari 12 anggota politbiro Koalisi, menggambarkan pertemuan Alkhatib dengan menteri luar negeri Iran sebagai sebuah kegagalan. "Itu tidak berhasil. Iran tidak siap untuk melakukan apa pun yang bisa membantu Revolusi Suriah," kata Buni, mantan tahanan politik, pada Reuters dari Budapest.

    Buni mengatakan koalisi beranggotakan 70 orang akan memimta penjelasan Alkhatib di Kairo, tentang langkah diplomatik terbarunya dalam pertemuan di Muenchen.

    Alkhatib, yang keluarganya menjadi penjaga Masjid Umayyah di Damaskus, dipandang sebagai benteng melawan pasukan Salafi yang merupakan pemain utama dalam oposisi bersenjata. Ia terpilih sebagai kepala Koalisi di Qatar tahun lalu, dengan dukungan penting dari Ikhwanul Muslimin.

    Menanggapi manuver Alkhatib, menteri luar negeri Rusia dan Iran, dan Wakil Presiden AS Joe Biden, menyebut apa yang dilakukannya sebagai langkah besar untuk menyelesaikan perang yang sudah berlangsung selama dua tahun. "Jika kita ingin menghentikan pertumpahan darah, kita tidak bisa terus menyalahkan satu sama lain," kata Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi.

    Sementara itu, sekutu Suriah lain, Rusia, menganggap langkah Alkhatib sangat positif. "Ini adalah langkah yang sangat penting. Terutama karena koalisi diciptakan atas dasar penolakan dari setiap pembicaraan dengan rezim," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, seperti dikutip kantor berita Rusia, Itar Tass.

    Rusia telah memblokir tiga resolusi Dewan Keamanan PBB yang bertujuan untuk mendorong Assad mundur atau menekan dia untuk mengakhiri perang sipil di mana lebih dari 60 ribu orang tewas. Namun, Moskow juga mencoba untuk menjauhkan diri dari Assad dengan mengatakan tidak berusaha untuk menopang dia dan tidak akan menawarkan suaka kepada dia.

    REUTERS | TRIP B

    Berita terpopuler lainnya:
    Yusuf Supendi: Konspirasi Suap Daging, PKS Mabuk

    Anis Matta: PKS Ibarat Logo Nike

    Spanduk Sapi, Anis Matta: Kami Bukan Makhluk Suci

    Hanya Petinggi PKS yang Dinilai Pantas Bertobat
    Koboi di Kafe Rolling Stone Pakai Pistol Eksklusif

    Kisah Penguntitan Sapi Berjenggot hingga Maharani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?