Iran Sebut Ajakan Dialog AS Sebagai 'Langkah Maju'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ali Akbar Salehi. AP/Hadi Mizban

    Ali Akbar Salehi. AP/Hadi Mizban

    TEMPO.CO, Tehran - Iran mengatakan mereka menyambut tawaran Amerika Serikat untuk melakukan pembicaraan langsung mengenai program nuklirnya. Mereka juga menyatakan enam kekuatan dunia telah mengusulkan putaran baru perundingan nuklir bulan ini, tetapi tak jelas kelanjutannya.

    Upaya diplomatik untuk menyelesaikan sengketa program nuklir Iran, yang dikatakan Teheran untuk tujuan damai, telah dilakukan, namun menemui jalan buntu selama bertahun-tahun. Pada saat yang sama, Iran terus mengumumkan kemajuan dalam program itu.

    Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan saran Wakil Presiden AS Joe Biden adalah "langkah maju". Akhir pekan lalu, Biden menyatakan bahwa Washington siap untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Iran jika Teheran serius tentang negosiasi.

    "Kami menyambut penyataan ini secara positif. Saya rasa ini adalah sebuah langkah maju tapi...setiap kali kami datang dan membahasnya, pada sisi lain sayangnya tidak diindahkan...komitmennya," kata Salehi di Konferensi Keamanan Munich, tempat Biden membuat pernyataan sehari sebelumnya.

    Dia juga mengeluh kepada Press TV tentang "sinyal bertentangan lainnya", yaitu retorika "membuat semua pilihan di atas meja" yang digunakan oleh para pejabat AS. Iran membacanya sebagai pernyataan bahwa mereka bersedia untuk menggunakan kekuatan apa pun untuk mencegah Iran membuat senjata nuklir.

    Di Washington, Panglima Angkatan Darat, Jenderal Martin Dempsey, mengatakan dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Ahad bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk menghentikan upaya Iran membangun senjata nuklir. "Namun niat Iran harus dipengaruhi melalui cara lain," katanya.

    Dempsey, Kepala Staf Gabungan, membuat komentar pada program NBC, "Meet the Press", bersama Menteri Pertahanan Leon Panetta. Panetta mengatakan saat ini intelijen AS menemukan bahwa para pemimpin Iran belum membuat keputusan untuk melanjutkan program pengembangan senjata nuklirnya. "Tapi ada indikasi mereka ingin terus meningkatkan kemampuan nuklirnya," katanya. "Dan itu mengkhawatirkan. Inilah yang membuat kita meminta mereka untuk berhenti melakukannya."

    REUTERS | TRIP B

    Berita terpopuler lainnya:
    Detik-detik Terakhir Praja IPDN Masih Ditertawakan
    Yusuf Supendi: Konspirasi Suap Daging, PKS Mabuk

    20 Tahun, Habibie Cicil Rumah di Patra Kuningan

    Anis Matta: PKS Ibarat Logo Nike

    Spanduk Sapi, Anis Matta: Kami Bukan Makhluk Suci


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.