Korea Selatan Waspadai Pyongyang Tes Nuklir Ketiga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roket Unha-3 milik Korea Utara. REUTERS/Bobby Yip

    Roket Unha-3 milik Korea Utara. REUTERS/Bobby Yip

    TEMPO.CO, Seoul – Presiden Korea Selatan Lee Myung bak memerintahkan badan-badan pemerintah untuk waspada akan kemungkinan uji coba nuklir Korea Utara. Demikian diungkapkan oleh juru bicara presiden pada Minggu.

    Presiden Lee telah mengunjungi bungker bawah tanah di kompleks kepresidenan Cheong Wa Dae. Kata Park Jung-ha, juru bicara kepresidenan, bungker tersebut juga berfungsi sebagai pusat manajemen krisis nasional.

    Lee meminta semua pejabat pemerintah untuk mengamati negara tetangganya itu, yang bersiap mengadakan tes nuklir ketiga. Presiden Lee juga mendesak mereka untuk bersiap menghadapi situasi darurat. Dia di-briefing oleh Chun Yung-woo, sekretaris keamanan senior kepresidenan, dan Ahn Kwang-chan, kepala manajemen krisis nasional Cheong Wa Dae, soal indikasi terbaru dalam uji coba nuklir Korea Utara dan perkembangan lain dalam militernya.

    Menurut kantor berita resmi KCNA, Minggu, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, memimpin pertemuan militer yang membahas perubahan besar dalam kemampuan militer.  Pertemuan yang membahas peningkatan kemampuan militer itu memicu dugaan Korea Utara akan melakukan uji coba nuklir dalam waktu dekat.

    Pyongyang telah mengancam untuk melakukan tes nuklir ketiga, menyusul uji coba sebelumnya tahun 2006 dan 2009. Ancaman itu dikeluarkan sebagai balasan atas resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengutuk peluncuran roket jarak jauh Korea Utara pada 12 Desember lalu.

    Spekulasi yang kian gencar bahwa tes nuklir akan segera terjadi membuat kepala utusan nuklir Seoul, Lim Sung-nam, terbang ke Cina pada Minggu sore untuk berkonsultasi dengan mitra Cina-nya, Wu Dawei. “Kami akan menilai aksi Korea Utara baru-baru ini, menyusul adopsi Resolusi 2087 DK PBB dan membicarakan respons kami,” kata Lim, sebelum berangkat ke Cina.

    YONHAP | CNA | NATALIA SANTI

    Berita terpopuler lainnya:
    PKS Jangan Kaburkan Kasus dengan Isu Konspirasi

    Ini Alasan Kenapa Raffi Tak Dikirim ke Panti Rehab

    Importir Daging Akui Belum Pernah Dimintai Fee

    Luthfi Diduga Berperan Besar Soal Suap Daging

    Kementerian Pertanian Dituding Tahu Ada Permainan

    Bos Google: Hacker Paling Canggih ada di Cina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.