PBB: Israel Melakukan Kejahatan Perang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pemuda Palestina melempar batu ke tentara Israel yang membalas dengan gas air mata di Ofer, Tepi Barat, (18/11). Para pemuda Palestina memprotes penyerangan Israel ke Jalur Gaza. AP/Majdi Mohammed

    Seorang pemuda Palestina melempar batu ke tentara Israel yang membalas dengan gas air mata di Ofer, Tepi Barat, (18/11). Para pemuda Palestina memprotes penyerangan Israel ke Jalur Gaza. AP/Majdi Mohammed

    TEMPO.CO, New York - Tim Investigasi Hak Asasi Manusia PBB menyimpulkan seluruh kegiatan Israel di daerah pendudukan Tepi Barat adalah melanggar hukum dan harus segera diakhiri. Oleh sebab itu, jelas Tim yang dipimpin oleh hakim Prancis Christine Chanet, negeri itu menarik seluruh warganya yang tingggal di daerah okupasi.

    "Israel harus mengakhiri seluruh kegiatan di daerah pendudukan tanpa syarat dan segera menarik warganya dari sana," ujar tim dalam sebuah laporan yang disampaikan ke media massa, Kamis, 31 Januari 2013.

    Pendudukan Israel atas wilayah Palestina merupakan pelanggaran Konvensi Jenewa 1949 terkait dengan memindahkan penduduk sipil ke dalam wilayah pendudukan. "Kegiatan ini bisa dianggap sebagai kejahatan perang yang bisa diseret ke Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC)," ujar Chanet.

    Pada Desember 2012, Palestina menuduh Israel melakukan kejahatan di daerah pendudukan. Tuduhan itu disampaikan ke PBB melalui sepucuk surat pengaduhan. Menurut Palestina, Negeri Yahudi itu mengembangkan wilayah pendudukan setelah Palestina memenangkan pengakuan de facto atas pengakuan internasional yang menyebutkan bahwa Palestina dipertimbangkan menjadi sebuah negara dan Yerusalem (Israel) harus bertanggung jawab.

    Israel sama sekali tidak bersedia bekerjasama dengan Tim PBB dari Dewan Hak Asasi Manusia untuk pelaksanaan penyelidikan di daerah pendudukan yang dilakukan Maret 2012, termasuk menyeilidiki dampak penempatan warganya di daerah pendudukan dan Yerusalem Timur. Israel berasalan bahwa misi Tim PBB bias dan kebijaksanaan penempatan warganya di daerah pendudukan Tepi Barat merupakan amanah sejarah seperti diajarkan dalam Al-Kitab.

    Untuk pelaksanaan investigasi, Tim PBB mewawancarai 50 orang berasal dari Yordania pada November 2012. Mereka dimintai kesaksiannya mengenai penyitaan lahan, perusakan gantungan hidupnya termasuk pepohonan zaitun, serta kekerasan yang dilakukan oleh warga Yahudi di daerah pendudukan.

    "Misi (Tim PBB) percaya bahwa ada motivasi di balik kekerasan ini dan (mereka) melakukan intimidasi terhadap warga Palestina dengan cara menyita properti, mengusir dari lahan yang dimiliki, serta mengizinkan perluasan wilayah pendudukan."

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita terpopuler lainnya:
    Skandal Suap PKS, Ada Wanita Sedang Bermesraan

    Kurir Suap Daging Ditangkap Bersama Gadis Muda

    Tersangka Suap Daging PKS Sewa Gadis Rp 10 Juta?

    Gratifikasi Seks? Presiden PKS Tersenyum

    Presiden PKS Jadi Tersangka Suap Impor Daging

    Kasus Le Meridien, Abraham: Tunggu Kejutan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.