Gempuran Israel ke Suriah Jadi Perhatian Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara pembebasan Suriah membawa peluncur roket melewati reruntuhan bangunan di Kota Homs, Suriah (30/1). REUTERS/Yazan Homsy

    Seorang tentara pembebasan Suriah membawa peluncur roket melewati reruntuhan bangunan di Kota Homs, Suriah (30/1). REUTERS/Yazan Homsy

    TEMPO.CO, Moskow - Rusia menaruh perhatian serius atas gempuran udara jet Israel terhadap wilayah Suriah, Rabu subuh waktu setempat, 30 Januari 2013. Menurut sekutu terdekat Presiden Bashar al-Assad itu, aksi militer Negeri Yahudi merupakan pelanggaran wilayah yang tidak bisa diterima berdasarkan Piagam PBB.

    Angkatan bersenjata Suriah, seperti dikutip sejumlah media, mengatakan, mereka mengakui bahwa wilayahnya telah digempur jet tempur Israel. Gempuran itu ditujukan terhadap sebuah pusat penelitian milter di Jamraya, terletak di sebelah barat daya Damaskus, Rabu subuh, 30 Januari 2013, menyebabkan dua pekerja tewas dan melukai lima orang lainnya.

    Dalam berbagai kesempatan, Rusia menolak upaya penggulingan terhadap Presiden Bashar al-Assad. Aksi perlawanan oleh kelompok pemberontak yang telah berlangsung selama 22 bulan ini menyebabkan lebih dari 60 ribu orang tewas.

    Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, "Jika informasi penyerangan itu benar, hal tersebut bisa dikatakan sebagai sebuah pelanggaran wilayah negara yang tidak bisa diterima dalam Piagam PBB. Tidak peduli motif apa untuk membenarkan (di balik serangan)."

    "Hubungan bilateral Rusia dan Israel meningkat dalam tahun-tahun terakhir ini, terutama menyangkut perdagangan dan ekonomi," kata wartawan BBC, Steve Rosenberg, di Moskow. Tetapi, Rosenberg menambahkan, Moskow memiliki kedekatan dengan Presiden Assad.

    Gempuran Israel terhadap wilayah Suriah merupakan bentuk ketakutan negeri Zionis terhadap misil dan senjata Suriah yang jatuh ke tangan kelompok militan di Libanon, Hizbullah. Israel dan Amerika bungkam atas serangan jet mematikan itu.

    Sumber-sumber keamanan Libanon, diplomat Barat, dan pemberontak Suriah mengatakan, target serangan Israel adalah konvoi pengangkut senjata di dekat perbatasan Libanon. Associated Press mengutip keterangan pejabat Amerika Serikat yang menjelaskan, gempuran itu ditujukan terhadap iring-iringan truk pengangkut senjata buatan Rusia jenis SA-17 misil anti-serangan udara.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.