Geng Pemerkosa Teror Wanita di Tahrir Square

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto para korban Revolusi Mesir dipajang di Lapanagn Tahrir, Kairo, Mesir (19/1). REUTERS/Suhaib Salem

    Foto para korban Revolusi Mesir dipajang di Lapanagn Tahrir, Kairo, Mesir (19/1). REUTERS/Suhaib Salem

    TEMPO.CO, Kairo - Serangan seksual terhadap demonstran perempuan di Tahrir Square, Mesir, kembali marak. Organisasi yang melindungi aktivis perempuan dari serangan seksual, Operation Anti-Sexual Harassment/Assault (OpAntiSh), menyatakan mereka  menerima 19 laporan serangan seksual yang dilakukan secara berkelompok, enam di antaranya mengakibatkan korbannya harus menjalani rawat inap.

    Kasus terburuk, kata organisasi ini, adalah berupa mutilasi alat kelamin wanita dengan pisau.

    OpAntiSh yakin bahwa serangan seksual itu sengaja dibuat oleh aparat dalam upaya untuk melemahkan demonstran yang berkemah untuk memprotes kegagalan Ikhwanul Muslimin memenuhi janji-janji revolusioner mereka. "Kami tidak punya bukti konkret hanya kesaksian dari korban, tapi kami tahu itu adalah taktik," kata juru bicara OpAntiSh. "Terjadi di waktu dan tempat yang sama, dengan menggunakan metode yang sama."

    Menurut mereka, serangan seksual adalah penyakit di negeri ini yang didorong serta dimainkan oleh negara untuk mencegah perempuan dari kehidupan publik. Serangan seksual juga ditujukan sebagai bentuk "hukuman" bagi wanita yang berpartisipasi dalam aktivisme politik dan demonstrasi. Serangan terorganisir juga dilakukan di jalan-jalan Mesir.

    Juru bicaraorganisasi ini juga  menambahkan kesaksian para korban merujuk pada serangan terhadap aktivis perempuan pada tahun 2005, yang diyakini dilancarkan oleh polisi rahasia, yang populer dengan sebutan "Black Wednesday". "Tidak ada yang berubah sejak saat itu," katanya.

    OpAntiSh didirikan pada bulan November 2012, bulan yang sama dengan saat seorang perempuan diperkosa dekat Tahir Square. Sebanyak 100 relawan pria dan wanita yang mendistribusikan selebaran di Tahir Square, mengingatkan kaum perempuan untuk waspada.

    MAIL ONLINE | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.