Diserang Pacar, Wanita Ini Gugat 'Mak Comblang'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mary Kay Beckman (kiri) dan mantan kekasih yang menyerangnya.

    Mary Kay Beckman (kiri) dan mantan kekasih yang menyerangnya.

    TEMPO.CO, Las Vegas - Seorang wanita Las Vegas menggugat pengelola situs Match.com sebesar US$ 10 juta, setelah layanan kencan online itu menjodohkannya dengan 'orang yang salah'. Belakangan, sang pria mencoba untuk membunuhnya dengan menikamnya sebanyak 10 kali di wajah dan dada.

    Mary Kay Beckman, nama wanita ini, mengajukan gugatan awal bulan ini. Wanita 50 tahun ini mengaku bergabung dengan situs itu untuk "mencari hubungan cinta yang sehat", tetapi mengaku hampir tewas karenanya.

    Beckman mengatakan dia berkencan pada bulan Oktober 2011 dengan Wade Ridley, pria yang dijodohkan dengannya oleh situs itu. Namun sehari setelah ia memutuskan hubungan, pria itu muncul di garasi rumahnya dengan pisau terhunus.

    "Ridley dengan brutal menikan [Beckman] 10 kali dengan pisau di kepalanya, wajah, dan tubuh bagian atas," menurut dokumen pengadilan. Ridley kemudian "menginjak dan menendang" kepala Beckman sampai dia "berhenti membuat suara" dan meninggalkannya karena menduga telah mati.

    Seorang tetangga menemukan Beckman dan melarikannya  ke rumah sakit. Nyawanya tertolong.

    Sementara Beckman berada di rumah sakit, Ridley ditangkap karena pembunuhan seorang wanita di Arizona, yang juga merupakan mantan pacar.

    Menanggapi hal itu, Match.com berpendapat gugatan tersebut sembrono dan mengatakan mereka telah memberi tips kencan yang aman di situs itu. "Kencan online tidak kurang aman daripada bertemu seseorang di bar atau di gereja," kata juru bicara Match, Eva Ross. Apa yang terjadi dengan Mary Kay Beckman mengerikan, katanya, tetapi gugatan ini tidak masuk akal.

    ABC NEWS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.