Kerusuhan di Penjara, 50 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang regu penyelamat berjalan dengan seorang pria yang terluka dalam sebuah kerusuhan di penjara Uribana di Barquisimeto, Venezuela, Jumat (25/1). REUTERS/Diario el Informador

    Seorang regu penyelamat berjalan dengan seorang pria yang terluka dalam sebuah kerusuhan di penjara Uribana di Barquisimeto, Venezuela, Jumat (25/1). REUTERS/Diario el Informador

    TEMPO.CO, Barquisimeto - Kerusuhan di sebuah penjara di Uribana, Kota Barquisimeto, bagian barat Venezuela, terjadi Sabtu, 26 Januari 2013. Akibatnya, setidaknya 50 orang tewas. Mereka adalah narapidana, sipir dan pekerja penjara.

    Direktur rumah sakit setempat, Ruy Medina, mengatakan, sekitar 90 orang terluka. "Sebagian besar karena luka tembak," ujarnya kepada agen berita AFP.

    Kerusuhan itu dipicu ketika media lokal menyiarkan berita tentang Menteri Urusan Penjara Iris Varela yang menyatakan tentara dikirim ke penjara Uribana di Barquisimeto untuk mencari senjata. Diperkirakan pencarian itu ditujukan untuk melucuti senjata yang dimiliki geng di penjara dan telah direncanakan selama beberapa waktu.

    Para narapidana yang telah mendengar berita itu menunggu kedatangan tentara. Hingga akhirnya terjadilah kerusuhan. Belum ada keterangan resmi atas kejadian tersebut. Pemerintah mengatakan akan menyelidikinya.

    Carlos Nieto Palma, koordinator LSM "A Window to Freedom", yang membela hak-hak tahanan Venezuela, mengatakan, jumlah korban bisa meningkat. "Apa yang seharusnya dilakukan dengan prosedur normal berakhir dengan bentrokan tentara dengan narapidana," katanya.

    Menurut dia, penjara Uribana adalah penjara yang paling berbahaya di negara itu. Penggolongan ini berdasar atas jumlah insiden kekerasan yang tercatat di penjara itu. Penjara di Venezuela rusak karena padatnya penghuni dan peredaran senjata dan obat-obatan di dalam penjara.

    NUR ROCHMI | BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.