Kekerasan di Nigeria Utara, 23 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah gereja Katolik St Rita di desa Malali, setelah hancur oleh ledakan bom bunuh diri yang menabrakan kendaraannya yang dikemas dengan bahan peledak, di kota utara Nigeria Kaduna, (28-10). REUTERS/Stringer)

    Sebuah gereja Katolik St Rita di desa Malali, setelah hancur oleh ledakan bom bunuh diri yang menabrakan kendaraannya yang dikemas dengan bahan peledak, di kota utara Nigeria Kaduna, (28-10). REUTERS/Stringer)

    TEMPO.CO, Damboa - Sedikitnya 23 orang dilaporkan tewas akibat tembakan sejumlah pria bersenjata yang menyasar kelompok penjudi anti-Islam dan pedagang daging haram di Nigeria Utara, Selasa, 22 Januari 2013.

    Menurut pejabat setempat, serangan berlangsung pada Selasa, dengan target para aktivis yang ditentang oleh kelompok-kelompok bersenjata.

    Alhaji Abba Ahmed, seorang pejabat lokal, mengatakan, serbuan bersenjata itu berlangsung pada Senin dinihari waktu setempat, 21 Januari 2013, menyebabkan sejumlah orang meninggal dunia.

    Dalam aksi tersebut, beberapa pria bersenjata mengarahkan tembakan senjata api ke sebuah pasar di Kota Damboa. Mereka juga menyerang pemburu lokal yang menjual daging binatang yang diharamkan seperti monyet dan babi. Kedua jenis binatang ini diharamkan dalam Islam.

    "Sejumlah pria besenjata diduga anggota BH (Boko Haram) mendatangi pasar kota dan menembak mati 13 pemburu lokal di tempat, sementara lima orang lainnya tewas di rumah sakit akibat luka-luka," kata Ahmed.

    "Mereka datang ke pasar menaiki mobil Volkswagen Golf. Usai beroperasi, mereka langsung meninggalkan tempat," imbuh Ahmed.

    Beberapa saksi mata menerangkan, serangan terpisah berlangsung pada Selasa, 22 Januari 2013, di sebelah utara kota pelabuhan terbesar Kano, sekitar 500 kilometer Damboa Barat, ketika diduga anggota Boko Haram menembak mati lima orang yang sedang bemain game.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.