Sita Buku Yahudi, Rusia Didenda US$ 50 Ribu/Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo

    AP Photo

    TEMPO.CO, Moskow - Rusia pada hari Kamis mengecam keras keputusan pengadilan Amerika Serikat yang memutuskan mendenda negara itu US$ 50 ribu sehari karena 'menyita' buku Yahudi. Puluhan ribu buku agama dan naskah kuno diambil secara tidak sah selama revolusi Rusia dan Perang Dunia II.

    Perpustakaan Negara Rusia dan arsip militer Rusia telah menolak untuk menyerah buku itu, beberapa berusia ratusan tahun, bahkan setelah pengadilan AS memutuskan bahwa kelompok Chabad-Lubavitch yang berpusat di Brooklyn adalah pemilik sahnya. Negara ini mengatakan buku adalah bagian dari warisan nasional.

    Hakim Ketua Royce Lamberth memutuskan Rusia harus membayar denda sampai sesuai dengan putusan tahun 2010 untuk mengembalikan koleksi buku pada kelompok Yahudi.

    Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Kamis menyebut "keputusan itu benar-benar melanggar hukum dan provokatif". Mereka menyatakan otoritas AS mencoba untuk merampas harta Rusia dalam upaya untuk mendapatkan denda.

    Ada 12.000 buku-buku agama dan manuskrip yang disita selama revolusi Bolshevik dan Perang Saudara Rusia hampir satu abad yang lalu. Selain itu, mereka juga mengambil 25.000 lembar ajaran Yahudi dengan tulisan tangan dan tulisan-tulisan lain dari para pemimpinnya yang disita oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Tentara Merah Soviet kemudian membawa sitaan ini ke negaranya sebagai bagian rampasan perang dan diserahkan pada kantor arsip negara.

    Mikhail Shvydkoi, penasihat budaya Presiden Vladimir Putin, menegaskan bahwa Moskow dan Washington telah mencapai kompromi pada 1990-an ketika Rusia berjanji untuk memberikan akses publik pada dokumen. Ia menambahkan bahwa Perpustakaan Negara Rusia membangun sebuah ruang doa khusus di dalam perpustakaan untuk menampung jamaah Yahudi yang datang untuk mempelajari naskah.

    AP | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.