GPS Bikin Nenek Belgia Tersasar Sampai Kroasia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • foto: Egita Pauline

    foto: Egita Pauline

    TEMPO.CO, Belgia - Sabine Moreau adalah penduduk Solre-sur-Sambre, Belgia. Berusia 67 tahun, Moreau masih lihai mengendarai mobil. Dan dengan mobilnya, Moreau berangkat ke stasiun kereta Brussels untuk menjemput temannya. Jarak antara Solre-sur-Sambre dengan Brussels sekitar 61 kilometer.

    Selama mengendarai si roda empat, Moreau mengandalkan perangkat GPS sebagai petunjuk arah. Namun, gara-gara GPS itu pula, ia kesasar sejauh 2.896 kilometer. Alat navigasi itu mengarahkan Moreau hingga ia sampai di Zagreb, Kroasia.

    "Tanpa disadari, ternyata saya salah berbelok," kata Moreau seperti yang dikutip Mail Online, Senin, 14 Januari 2013.

    Jarak sekitar 2.000 kilometer itu ditempuh Moreau selama dua hari. Sepanjang perjalanan itu, ia melewati lima perbatasan dan rambu lalu lintas dalam beragam bahasa. Bahkan, Moreau sempat beberapa kali mengisi bensin di SPBU dan tidur dalam mobil di pinggir jalan. Namun, tak sedikit pun ia tergerak untuk menanyakan arah ke orang-orang di sekitar.

    "Saya melihat rambu lalu lintas berubah dari bahasa Prancis, Jerman-Cologne, Aachen, dan Frankfrut," ujar Moreau. Lalu, mengapa Moreau tidak sadar akan perubahan itu. Kepada polisi, nenek ini berkata bila ada hal yang ia pikirkan sepanjang perjalanan.

    "Saya merasa ada yang aneh, tapi tidak sadar apa yang terjadi. Jadi, tetap saja melaju," kata Moreau. "Di Zagreb, saya baru sadar bila sudah tidak di Belgia lagi."

    Di Belgia, kepergian Moreau tanpa kabar membuat keluarganya panik. Bahkan, anaknya telah melapor ke polisi jika si ibu menghilang. Penyidik pun menggeledah rumah Moreau untuk memulai penyelidikan. Di saat itulah Moreau menelepon ke kediamannya.

    Kata juru bicara kepolisian Belgia, alat navigasi seperti GPS kerap menimbulkan masalah. Namun, belum pernah ada yang tersasar hingga ribuan kilometer. "Kami sendiri percaya, Moreau telah melewati perbatasan Prancis, Jerman, Austria, Slovenia, hingga sampai di Kroasia," katanya.

    MAIL ONLINE | CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.