FAA Luncurkan Investigasi atas Insiden Dreamliner

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Boeing 787 Dreamliner melaju menuju apron banda udara Wina, Austria usai penerbangan perdananya (17/12). Pesawat 787 generasi terbaru ini pertamakali dioperasikan maskapai penerbanagan Polandia, LOT Airlines. REUTERS/Heinz-Peter Bader

    Pesawat Boeing 787 Dreamliner melaju menuju apron banda udara Wina, Austria usai penerbangan perdananya (17/12). Pesawat 787 generasi terbaru ini pertamakali dioperasikan maskapai penerbanagan Polandia, LOT Airlines. REUTERS/Heinz-Peter Bader

    TEMPO.CO, Washington -  Boeing 787 Dreamliner akan ditinjau ulang dari sisi desain dan pembuatan oleh pemerintah Amerika Serikat, menyusul lebih dari dua insiden yang dilaporkan. Hingga lima hari setelah pesawat yang dijanjikan mampu menciptakan lompatan dalam dunia penerbangan ini dioperasikan, setidaknya lima insiden telah terjadi.

    Federal Aviation Administration mengumumkan kajian komprehensif  termasuk pembuatan, desain, dan perakitan, meskipun tetap menekankan keyakinan soal keselamatan pesawat.

    Menteri Perhubungan AS, Ray LaHood, mengatakan pesawat ini untuk sementara akan tidak diperkenankan terbang. Ia mengakui pemerintah "prihatin dengan insiden terbaru dan akan mencari  penyebabnya".

    Sebelumnya pada hari Jumat, pilot pada penerbangan domestik All Nippon Airways (ANA) di Jepang melaporkan retak di kaca depan kokpit sebelum kemudian memutuskan melakukan pendaratan darurat.Sementara dari pesawat lain, ditemukan bocoran oli dari mesin.

    Insiden lain yang ditemukan, antara lain di Bandara Boston, adalah bocornya tangki bahan bakar dan percikan api. Pada hari Rabu penerbangan dengan pesawat ini juga dibatalkan karena kesalahan pada sistem kontrol rem.

    Presiden Boeing, Ray Conner, mengklaim bahwa Dreamliner telah melalui "proses sertifikasi yang paling ketat dalam sejarah penerbangan". "Kami tidak melihat apa pun yang sangat tidak biasa dalam apa yang telah terjadi," katanya.

    GUARDIAN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.