Pengacara Terdakwa Pemerkosaan India Hina Korban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara terdakwa pemerkosa Jyoti Pandey Singh, Manohar Lal Sharma. bloomberg.com

    Pengacara terdakwa pemerkosa Jyoti Pandey Singh, Manohar Lal Sharma. bloomberg.com

    TEMPO.CO, New Delhi — Pernyataan kontroversial dilontarkan Manohar Lal Sharma, pengacara tiga dari lima terdakwa pemerkosa Jyoti Pandey Singh, Kamis, 10 Januari 2013. Ia menuding korban bukan perempuan baik-baik karena keluar malam dengan kekasihnya.

    Pernyataan itu diungkapkan Sharma seusai mengajukan permohonan tak bersalah bagi kakak-beradik Ram dan Mukesh Singh serta Akshay Thakur ke Mahkamah Agung, Selasa kemarin.

    “Sampai hari ini, saya belum pernah mendengar atau melihat satu insiden pun atau kasus pemerkosaan yang menimpa wanita terhormat. Bahkan seorang pria playboy anggota geng kriminal pun tidak akan berani menyentuh seorang gadis terhormat," kata Sharma, seperti dilansir situs berita Bloomberg.

    Ia juga menuding kekasih korban turut bertanggung jawab atas tragedi pemerkosaan brutal yang terjadi pada 16 Desember 2012 itu.

    Namun, kepada AFP hari ini, Sharma membantah dirinya berusaha memperburuk citra perempuan 23 tahun yang wafat pada 29 Desember di rumah sakit Singapura itu.

    “Kepada Bloomberg, saya hanya mengatakan bahwa perempuan sangat dihormati di India. Sebab, mereka adalah ibu, saudara perempuan, dan kolega. Tunjukkan pada saya negara mana yang menghormati pelacur?” ujarnya.

    Ia juga kembali menegaskan para kliennya tidak bersalah. "Siapa pun yang melakukan kejahatan keji ini harus dihukum, tapi klien-klien saya bukan pelaku yang sebenarnya," tutur Sharma.

    Pernyataan ralat Sharma itu justru menimbulkan kontroversi yang lebih luas karena dia menyamakan korban pemerkosaan dengan pelacur.

    CHANNEL NEWS ASIA | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?