Pasien Gonorea Mulai Kebal Terhadap Antibiotik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pelajar sekolah menggambar dalam aksi memperingati Hari HIV/ADIS Sedunia di Denpasar, Bali, (1-12). (AP Photo/Firdia Lisnawati)

    Seorang pelajar sekolah menggambar dalam aksi memperingati Hari HIV/ADIS Sedunia di Denpasar, Bali, (1-12). (AP Photo/Firdia Lisnawati)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekhawatiran banyak peneliti kesehatan di dunia terbukti: gonorea atau kencing nanah kini mulai kebal terhadap cephalosporin, satu-satunya jenis antibiotik oral terakhir yang masih efektif untuk penyakit ini. Kuman ini ditemukan kebal antibiotik pada sedikitnya sembilan pasien di Amerika Utara. Ini berarti, era gonorea yang tak tersembuhkan kini ada di depan mata.

    Sekelompok ilmuwan di bawah pimpinan Vanessa Allen dari Public Health Ontario, Kanada, menemukan bahwa 6,7 persen pasien pengidap gonorea di sebuah klinik di Toronto ternyata tetap terinfeksi kuman tersebut, meski telah meminum satu seri antibiotik cephalosporin. Dari 133 pasien yang kembali ke klinik untuk "pemeriksaan kesembuhan", sembilan orang ternyata tetap positif mengidap kencing nanah. Hasil riset ini dirilis dalam Journal of the American Medical Association, yang terbit Rabu, 9 Januari 2013.

    Tahun lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control telah mengingatkan bahaya resistensi gonorea terhadap cephalosporin, sebagaimana ditunjukkan dalam beberapa percobaan di laboratorium. "Ini kasus klinis yang telah kita ramalkan," kata Allen. "Ini merupakan bentuk nyata dari informasi laboratorium."

    Sebelumnya, telah ada juga laporan mengenai kekebalan terahadap cephalosporin di Inggris, Austria, Prancis, Norwegia, dan Jepang. Dalam editorial yang menyertai laporan di jurnal tersebut, Robert Kirkcaldy dari Centers for Disease Control menulis bahwa gonorea kini dengan cepat berubah menjadi penyakit yang menakutkan. "Kegagalan pengobatan dengan cephalosporin kini tercatat terjadi di Amerika Utara," tulis dia. "Meskipun hal penting ini telah diramalkan, peristiwa ini amat mengganggu."

    Gonorea merupakan penyakit kelamin yang penularannya sangat luas, nomor dua di dunia. Tercatat, 700 ribu orang Amerika tertular penyakit ini setiap tahun. Gejalanya, antara lain, sakit sewaktu kencing, sakit di sekitar perut, gatal-gatal dan nanah pada alat kelamin, dan membuat wanita tidak subur. Wanita yang menderita HIV dan gonorea lebih mungkin menurunkan HIV kepada anak-anaknya, dibandingkan mereka yang hanya mengidap HIV. Gonorea menular melalui hubungan seksual, tapi bisa juga melalui pakaian, handuk, dan sebagainya.

    Baiknya, sampai saat ini pasien yang kebal terhadap cephalosporin--termasuk sembilan pasien di Kanada--masih bisa disembuhkan dengan ceftriaxone, yang diberikan melalui suntikan. Toh, menurut Allen, hal ini tetap akan menjadi masalah besar di waktu yang tak lama lagi. "Pertanyaan selanjutnya adalah kapan, bukan jika, hal serupa akan terjadi pada ceftriaxone. Dan setelah itu apa?" kata Allen.

    USNEWS | PHILIPUS PARERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.