Salahkan Korban Pemerkosaan, 'Guru' India Dikecam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berkumpul dalam acara mengenang kematian mahasiswi korban pemerkosaan di New Delhi, India, Kamis (3/1). Kasus pemerkosaan di India ini memicu aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh negara tersebut. AP Photo/Tsering Topgyal

    Warga berkumpul dalam acara mengenang kematian mahasiswi korban pemerkosaan di New Delhi, India, Kamis (3/1). Kasus pemerkosaan di India ini memicu aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh negara tersebut. AP Photo/Tsering Topgyal

    TEMPO.CO, New Delhi - Asharam, guru spiritual terkemuka di India, Selasa, 8 Januari 2013, memperoleh kecaman bertubi-tubi dari banyak pihak. Pasalnya, pria 71 tahun yang dikenal dengan nama “Bapu” atau Bapak itu mengatakan bahwa Jyoti Singh Pandey, korban pemerkosaan brutal dalam bus kota, memiliki andil dalam tragedi itu.

    “Tragedi ini tak akan terjadi jika dia mendaras nama Tuhan dan bersimpuh memohon ampunan di kaki para pelaku. Insiden ini tidak hanya dilakukan satu pihak,” katanya dalam tayangan video yang telah beredar luas di dunia maya.

    Ucapan Asharam sontak menuai kemarahan publik. Salah satunya adalah juru bicara partai oposisi Bharatiya Janata, Ravi Shankar Prasad. “Pernyataan Bapu sangat meresahkan dan menyakitkan,” ujar Ravi kepada wartawan.

    Editorial harian terlaris India, The Hindu, mendesak semua pihak mengecam keras Asharam. “Sangat memalukan setika seorang pria religius mengatakan hal yang sangat rendah,” tulis The Hindu.

    Namun, harian ini juga tak lupa mengecam para politikus dari dua partai terbesar, Kongres dan BJP, karena komentar mereka ihwal kasus pemerkosaan. Para politikus menyatakan, agar kasus pemerkosaan turun, para perempuan India sebaiknya berada di rumah dan melakukan tugas-tugas rumah tangga saja.

    ASIAONE | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.