Pangeran Harry Diancam Akan Dibunuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Harry di pangkalan Angkatan Udara Inggris di Camp Bastion, Afganistan (7/9). REUTER/John Stillwell/POOL

    Pangeran Harry di pangkalan Angkatan Udara Inggris di Camp Bastion, Afganistan (7/9). REUTER/John Stillwell/POOL

    TEMPO.CO, Kabul - Seorang panglima perang yang paling disegani di Afganistan, Gulbuddin Hekmatyar, mengancam akan membunuh Pangeran Harry. Ia memulai ancamannya dengan menghina pangeran Kerajaan Inggris itu. Harry disebut sebagai serigala mabuk yang mencoba membantai warga Afganistan.

    "Ia datang ke Afganistan sambil mabuk dan mencoba memburu kami," kata dia kepada Telegraph, Senin, 1 Januari 2013. Dia mengatakan tak mudah menemukan warga Afganistan meski Harry memburu dengan helikopter. "Serigala tak akan pernah bisa memburu singa."

    Pangeran Harry sejak September 2012 ditugaskan ke Afganistan. Ia bertugas menjaga perdamaian di sana dengan menjadi co-pilot sebuah helikopter Apache milik Angkatan Udara Inggris. Tak hanya Harry, Hekmatyar juga mengancam akan membunuh sebanyak mungkin tentara Inggris di Afganistan.

    "Saya tak mengerti mengapa warga Inggris mengizinkan anak-anaknya dibunuh atas perintah Amerika," ujarnya. Oleh pemerintah Amerika, Hekmatyar dicap sebagai teroris internasional.

    Ia mengatakan serangan terhadap pangkalan Amerika Serikat di Afganistan adalah bukti ancamannya tak main-main. Kebetulan, dalam serangan itu, Pangeran Harry sedang berada di sana. "Ini membuatnya (Harry) sadar bahwa ia bukan pemburu, melainkan yang diburu," ujarnya.

    Ia mengakhiri perbincangan dengan Telegraph dengan sebuah nasihat. "Bila Inggris hendak mengirimkan pangerannya ke negara lain untuk berburu, pergi saja ke masa lalu."

    TELEGRAPH | ANDI PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.