Kim Jong-un Berfokus pada Ekonomi dan Senjata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (kiri kedua) bersama istrinya Ri Sol-ju (kiri). REUTERS/KRT via Reuters TV

    Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (kiri kedua) bersama istrinya Ri Sol-ju (kiri). REUTERS/KRT via Reuters TV

    TEMPO.CO, Seoul - Tahun sudah berganti. Pada 2013, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, meminta negerinya berfokus pada dua hal: perbaikan ekonomi dan pengembangan senjata. Keinginan putra sulung mendiang Kim Jong-il ini ia sampaikan dalam pidato pergantian tahun.

     Berbicara lewat siaran televisi pemerintah, Kim menyatakan penting bagi Korea Utara untuk meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Dia mendorong pengembangan senjata yang lebih maju, revolusi dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan reunifikasi dengan Korea Selatan. 

     "Setelah pemilihan presiden di Korea Selatan, dua negara ini berjanji membuka dialog setelah lima tahun dalam ketegangan politik," ujar situs berita Huffington Post, Senin, 31 Desember 2012.

     Pidato tahun baru Kim Jong-un di televisi adalah hal pertama yang dilakukan pemimpin Korea Utara dalam 19 tahun terakhir. Dulu, pendiri Korea Utara, Kim Il-sung kerap berpidato pada tahun baru. Namun tradisi itu tidak pernah dilakukan mendiang Kim Jong-il selama dia memimpin. Pesan tahun baru hanya disebarkan melalui kolom editorial di tiga surat kabar nasional alih-alih siaran langsung di televisi.

     "Pidato Kim Jong Il menunjukkan sinyal ia mengikuti gaya kepemimpinan sang kakek," kata Huffington Post.

     Kim Jong Un menjadi pemimpin Korea Utara sejak 17 Desember 2011. Kedudukan itu ia dapatkan setelah sang ayah, Kim Jong-il meninggal. Pada tahun pertama, Kim membawa Pyongyang bernegosiasi dengan Washington. Ia menawarkan pertukaran antara pembekuan program nuklir dan bantuan pangan.

    "Tapi kesepakatan itu runtuh setelah Korea Utara mencoba menembakkan roket ke luar angkasa."

     Kini, Kim mengungkapkan visinya, yakni memenuhi kebutuhan ekonomi serta pendidikan rakyatnya. Sebab, meski memiliki tanah subur, Korea Utara rentan terkena bencana alam, sehingga sulit bagi negara ini untuk memenuhi kebutuhan pangan 24 juta warganya. 

     "Mari kita melakukan perubahan menyeluruh untuk membangun ekonomi raksasa dengan semangat dan keberanian radikal seperti menaklukkan luar angkasa," kata Kim Jong-un.

    HUFFINGTON POST | CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.