Pelaku Penembakan di Amerika Suka Membunuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah detektif kepolisian Kota New York City mengidentifikasi lokasi kejadian di dekat jenazah korban penembakan di Empire State Building, New York, Amerika Serikat, Jumat (24/8). REUTERS/Keith Bedford

    Sejumlah detektif kepolisian Kota New York City mengidentifikasi lokasi kejadian di dekat jenazah korban penembakan di Empire State Building, New York, Amerika Serikat, Jumat (24/8). REUTERS/Keith Bedford

    TEMPO.CO, New York - William Spengler, 62 tahun, pelaku penembakan terhadap dua petugas pemadam kebakaran di Webster, Amerika Serikat, meninggalkan pesan. Dalam lembaran catatan yang saat ini dipegang polisi, mantan narapidana itu mengatakan jika ulahnya telah direncanakan.

    "Saya masih harus bersiap-siap untuk melihat berapa banyak (rumah) yang bisa saya bakar dan melakukan apa yang saya ingin lakukan, membunuh orang," kata Kepala Kepolisian Webster, Gerald Pickering, menirukan kalimat yang diketik Spengler, Selasa, 25 Desember 2012.

    Menurut Pickering, Spengler telah menyiapkan rencana penembakan dengan matang. Ia sengaja memulai kebakaran di sebuah rumah di tepi danau di negara bagian New York itu sebelum menembaki korbannya ketika mereka mendekat. Polisi mengatakan Spengler telah melakukan "posisi untuk benar-benar menjadi penembak jitu" dalam penyergapannya.

    Mantan napi yang pernah dipenjara selama 17 tahun itu menggunakan tiga senjata, yaitu senapan Bushmaster semiotomatis kaliber 223, senjata dengan kaliber yang sama yang digunakan oleh Adam Lanza dalam pembantaian Sandy Hook. Ia juga dipersenjatai dengan revolver kaliber 38 Smith & Wesson, dan senapan 12 gauge.

    Peristiwa nahas itu terjadi sesaat sebelum fajar di malam Natal, sebuah panggilan darurat datang dari pinggiran Kota Webster, sebuah lokasi favorit wisata perahu di tepi Danau Ontario, di mana sebuah rumah dan mobil terbakar. Ternyata Spengler sengaja memulai kebakaran dan kemudian menunggu petugas sambil berbaring.

    Dua petugas pemadam kebakaran tiba dan siap dengan alat mereka sementara dua petugas lainnya tetap di kendaraan mereka. Dua pria, yang semuanya relawan, ditembak pada saat mereka mendekat. Dua tewas dan dua luka-luka. Petugas yang terluka diperkirakan akan segera pulih.

    Usai melakukan aksinya, Spengler akhirnya menembak dirinya sendiri tepat di kepala dan tewas. Tubuhnya ditemukan di pantai sebelah Danau Ontario.

    TELEGRAPH | MUNAWWAROH

    Berita terpopuler lainnya:
    Terluka Saat Bercinta, PNS Ini Tuntut Kompensasi

    Fakta tentang Natal yang Sedikit Diketahui Orang

    10 Film yang Layak Ditunggu di 2013


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.