Ini Tempat Pangeran William dan Kate Rayakan Natal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William dan Catherine berjalan di Kebun Raya Singapore sebagai bagaian dari tur mereka ke Asia dan Pasikfik, 11-9, 2012. REUTERS/Stephen Morrison/Pool

    Pangeran William dan Catherine berjalan di Kebun Raya Singapore sebagai bagaian dari tur mereka ke Asia dan Pasikfik, 11-9, 2012. REUTERS/Stephen Morrison/Pool

    TEMPO.CO, London - Pangeran William dan istrinya, Catherine Middleton, akan melanggar tradisi Natal yang biasanya dilakukan keluarga kerajaan Inggris. Biasanya saat merayakan hari raya umat Kristiani itu, keluarga kerajaan akan menghabiskan waktu bersama Ratu Elizabeth II dan keluarga kerajaan lain di Sandringham milik keluarga kerajaan di Norfolk Inggris.

    Namun, kali ini berbeda. Pewaris tahta kerajaan Inggris dan istrinya yang sedang hamil itu akan menghabiskan waktu Natal di tempat keluarga besar sang istri, Kate. Mereka akan berada di kampung halaman Kate di Bucklebury, Inggris.

    "Duke dan Duchess of Cambridge akan menghabiskan waktu Natal secara privat dengan keluarga Middleton," kata juru bicara St James's Palace.

    Setelah bersama dengan keluarga Middleton, dikabarkan juga, pasangan dengan gelar Duke dan Duchess of Cambridge ini akan menyusul Ratu dan sang ayah, Pangeran Charles di Norfolk.

    Sementara itu, anggota kerajaan lain, Pangeran Harry, sedang berada jauh dari Inggris pada Natal ini. Ia akan memperkuat tentara Inggris di wilayah Afghanistan.

    FEMALE FIRST | MITRA TARIGAN

    Terpopuler:
    Komandan Navy SEAL Bunuh Diri di Afganistan

    Perawat Kate Pernah Coba Bunuh Diri Tahun Lalu

    Ini Sebab Superyacht Steve Jobs Disita

    Kostum 'Kelinci' Playboy Terinspirasi Sari India 

    Margaret Thatcher Dirawat

    Di Manakah Sinterklas pada Malam Natal?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.