Presiden Baru Korsel Pernah Ber-Gangnam Style?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Park Geun-hye. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Park Geun-hye. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO , Seoul: Presiden terpilih Korea Selatan, Park Geun-hye, ternyata sudah pernah membawakan tarian lagu Gangnam Style--tarian ala naik kuda yang dipopulerkan penyanyi rap Korea Selatan, Psy. Tapi penampilannya itu hanya ada dalam video hasil rekayasa di situs resmi Korea Utara, www.uriminzokkiri.com, September lalu.

    Gambar di video tersebut diawali dengan seseorang tengah menarikan Gangnam Style. Nah, wajah sang penari digantikan wajah Geun-hye, kala itu kandidat presiden dari Partai Saenuri. Video dilanjutkan dengan ejekan atas dukungan Geun-hye terhadap tindakan masa lalu ayahnya, Park Chung-hye, mantan diktator Korea Selatan.

    Korea Utara, seteru Korea Selatan, rupanya mengolok-olok Geun-hye dengan parodi dari Gangnam Style yang mendunia itu. "I'm Yushin style!" tertulis di bawah gambar ”Geun-hye”. Dia disebut sebagai pengagum Yushin, sebuah sistem pemerintahan autokratis ayahnya.

    Hinaan masih berlanjut, "Jangan katakan era Yushin seperti neraka karena sebenarnya sangat membantu para chaebol." Chaebol adalah sebutan untuk kaum konglomerat yang mendominasi perekonomian Korea Selatan selama beberapa dekade.

    Ayah Geun-hye  memang kontroversial. Merebut kursi presiden dengan kudeta militer pada 1961, Park Chung-hye menerapkan Konstitusi Yushin dengan sistem otoriter. Selama 18 tahun berjalan, perekonomian Korea Selatan terdongkrak, tapi diiringi represi negara secara sistematis. Lawan-lawan politik Chung-hee menjulukinya diktator. Di sisi lain, ia dielu-elukan sebagai pelopor yang membangun fondasi negara dari reruntuhan Perang Korea 1950-1953 hingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia besar.

    Geun-hye menjawab olok-olok itu dengan mengajukan permintaan maaf ke publik atas tindakan brutal dan represif pemerintahan ayahnya. "Di balik pertumbuhan ekonomi yang terus menanjak, ada derita pekerja yang menjadi korban kondisi penuh tekanan," katanya seperti dikutip BBC, September lalu. "Dengan dalih melindungi keamanan nasional dari ancaman Korea Utara, terjadi pelanggaran hak asasi negara oleh kekuatan negara."

    HARUN MAHBUB (ANISA, TRIP, AFP, AL-JAZEERA, BANGKOK POST, BBC, GUARDIAN, THE TELEGRAPH, YONHAP)


    Berita Terkait:
    Iklan Miras oleh Bintang Korsel Bikin Gerah Seoul 

    Park Geun-hye Tabrak ''Tabu'' Demi Pimpin Korsel 

    Korsel Segera Miliki Presiden Wanita Pertama

    Musim Dingin Terburuk Landa Korea

    Antusiasme Warga Korsel Ikut Pemilu Mengagetkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.