Perawat Kate Pernah Coba Bunuh Diri Tahun Lalu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jacintha Saldanha. REUTERS/Benedict Barboza/Handout/ANI via Reuters TV

    Jacintha Saldanha. REUTERS/Benedict Barboza/Handout/ANI via Reuters TV

    TEMPO.CO, London - Perawat Jacintha Saldanha, yang berjaga saat Kate Middleton dirawat di Rumah Sakit King Edward VII, pernah melakukan upaya bunuh diri pada tahun lalu sebanyak dua kali. Ia ditemukan tewas tergantung setelah menerima telepon dari dua penyiar radio Australia yang berpura-pura sebagai Ratu Elizabeth II yang membeberkan kondisi kesehatan Kate.

    Saldanha mencoba bunuh diri pada Desember lalu dengan secara sengaja mengkonsumsi obat secara over dosis saat mengunjungi keluarganya di India. Dia selamat setelah dilarikan ke rumah sakit, tapi mencoba bunuh diri lagi sekitar sembilan hari kemudian dengan melompat dari sebuah gedung.Baca:Perawat yang Terima Telepon "Ratu" Bunuh Diri

    Saldanha, 46 tahun, menghabiskan beberapa hari guna menjalani perawatan intensif sebelum menerima perawatan dari psikiater, serta diharuskan mengkonsumsi obat antidepresan berdosis tinggi selama sembilan bulan.

    Mengutip keluarganya, surat kabar India menuliskan, Saldanha sangat malu setelah telepon tipuan itu diberitakan banyak media. Namun ia tak memberi tahu suami dan anak-anaknya soal kejadian itu sebelum kematiannya meskipun beberapa kali mereka berbincang melalui telepon.

    Saldanha ditemukan tergantung dengan syal di mes perawat pada 7 Desember, atau tiga hari setelah panggilan telepon itu. (baca:Inilah Transkrip Telepon Ratu Elizabeth Palsu  )Dua penyiar radio itu, Mel Greig dan Michael Christian, menjadi bulan-bulanan media dan dituding sebagai penyebab kematian Saldanha. Kepolisian Inggris tengah mempertimbangkan lagi untuk memperkarakan keduanya.(baca:Jasad Perawat Kate Middleton Akan Dibawa ke India )

    MAIL ONLINE | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.