Referendum Mesir Setujui Konstitusi Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjuk rasa Mesir mendorong para tentara yang berjaga di depan istana kepresidenan di Kairo, Mesir, Minggu (9/12). AP/Nasser Nasser

    Sejumlah pengunjuk rasa Mesir mendorong para tentara yang berjaga di depan istana kepresidenan di Kairo, Mesir, Minggu (9/12). AP/Nasser Nasser

    TEMPO.CO, Kairo - Konstitusi baru Mesir yang penuh kontroversi tampaknya bakal disetujui, berdasar hasil tidak resmi referendum. Hasil yang dilaporkan oleh media pemerintah menunjukkan bahwa sekitar 63 persen pemilih mendukung konsitusi selama dua putaran pemungutan suara.

    Kritikus mengatakan konstitusi baru, yang memicu protes massa, mengkhianati revolusi yang menggulingkan Hosni Mubarak. Sebaliknya, pendukung Presiden Mohammed Morsi dari kubu Islam mengatakan bahwa konstitusi akan mengamankan demokrasi dan mendorong stabilitas.

    Hasil resmi baru akan diumumkan Senin. Jika konsitusi disetujui, pemilihan parlemen harus berlangsung dalam tiga bulan.

    Konstitusi baru disebut-sebut sangat menentukan masa depan Mesir. Di dalamnya mengatur hubungan rakyat, kewenangan presiden, dan lembaga-lembaga negara lainnya. Namun, pihak oposisi mengatakan bahwa konstitusi akan membawa negara dalam kerangka kubu Islam.

    Tingkat partisipasi dalam referendum putaran kedua diperkirakan hanya 30 persen. Pihak oposisi mengatakan pemungutan suara putaran kedua diwarnai beberapa pelanggaran, termasuk TPS yang telat buka dan kubu islamis yang berusaha untuk mempengaruhi pemilih, kata oposisi.

    Babak kedua diselenggarakan di 17 provinsi yang tidak memilih pada putaran pertama pada 15 Desember.

    BBC | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.