Rabu, 21 November 2018

Paus Ampuni Pembantunya yang 'Berkhianat'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Benediktus XVI. REUTERS/Giampiero Sposito

    Paus Benediktus XVI. REUTERS/Giampiero Sposito

    TEMPO.CO, Vatikan - Paus Benediktus XVI memberikan pengampunan atas pembantunya yang disebut-sebut banyak pihak melakukan pengkhianatan padanya. Ia memaafkan Paolo Gabriele secara pribadi selama pertemuan langsung keduanya, atas tindak pencurian dan pembocoran rahasia kepausan yang dilakukannya. Apa yang dilakukan Gabriele merupakan salah satu pelanggaran keamanan paling parah dalam sejarah kepausan.

    Setelah pertemuan 15 menit, Paolo Gabriele dibebaskan dan kembali ke apartemennya di mana dia tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Vatikan mengatakan dia tidak bisa terus hidup atau bekerja di Vatikan, dan mengatakan akan menemukan rumah dan pekerjaan di tempat lain segera.

    "Ini adalah sikap terhadap seseorang yang selama bertahun-tahun berbagi kehidupan sehari-hari dengan Paus," menurut pernyataan juru bicara Vatikan.

    Pengampunan menutup bab menyakitkan dan memalukan bagi Vatikan. Dalam dokumen yang dibocorkan terungkap skandal kekuasaan, intrik, korupsi, hingga hubungan homoseksual di tingkat tertinggi Gereja Katolik.

    Gabriele, 46 tahun, ditangkap pada 23 Mei setelah polisi menemukan apa yang mereka disebut "tumpukan dokumen kepausan dalam jumlah besar" di apartemennya di Vatikan City. Dia dihukum karena pencurian berat oleh pengadilan Vatikan pada 6 Oktober dan telah menjalani 18 bulan masa hukumannya.

    Dia mengakui memberikan dokumen kepada wartawan Italia, Gianluigi Nuzzi, karena dia berpikir Paus tidak tahu tentang "kejahatan dan korupsi" di Vatikan. Dia berpendapat bahwa dengan mengekspos secara terbuka akan menempatkan gereja kembali jalur yang benar.

    ABC NEWS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.