SD Sandy Hook Buka Lagi, Diawali Konseling Trauma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas polisi mengamankan sejumlah siswa sekolah dasar Sandy Hook setelah terjadi penembakan di halaman sekolah yang menewaskan 26 orang termasuk 20 siswa sekolah dasar di Newtoon, Connecticut, (14/12). REUTERS/Newtown Bee/Shannon Hicks

    Petugas polisi mengamankan sejumlah siswa sekolah dasar Sandy Hook setelah terjadi penembakan di halaman sekolah yang menewaskan 26 orang termasuk 20 siswa sekolah dasar di Newtoon, Connecticut, (14/12). REUTERS/Newtown Bee/Shannon Hicks

    TEMPO.CO, Connecticut - Setelah mengalami tragedi memilukan akhir pekan lalu, sekolah dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut, Amerika serikat, kembali beroperasi. Kepala sekolah sementara, Charles Dumais, dalam sebuah e-mail kepada orang tua siswa menyatakan sekolah akan dimulai dua jam lebih lambat dari biasanya. Di hari pertama, sekolah menyediakan konselor bagi siswa dan keluarganya. "Ini adalah hari untuk memulai penyembuhan," kata Dumais.

    Kendati sudah kembali beroperasi, pejabat sekolah belum memutuskan kapan proses belajar-mengajar di sekolah itu akan dimulai. Kemungkinan baru akan dilakukan setelah proses pemulihan trauma psikis selesai.

    Sebagai bagian dari pemulihan itu, mereka akan berpindah ke Chalk Hill School di Monroe. Ruang kelas di sekolah itu tengah disiapkan untuk menampung siswa Sandy Hook. Papan besar bertulisan "Selamat datang siswa Sandy Hook" terpampang.

    Salah satu orang tua siswa, Gina Wolfman, mengatakan dua putrinya akan kembali bersekolah mulai besok. Ia mengaku sedikit khawatir, tapi membulatkan hati untuk kembali mengirim anaknya ke sekolah itu. "Saya pikir mereka ingin kembali bersua temannya dan berbagi," katanya.

    Letnan George Sinko dari kepolisian Newtown menyatakan keputusan untuk mengirim kembali anak-anaknya ke sekolah itu atau memindahkannya sepenuhnya tergantung pada orang tua siswa.

    Peristiwa penembakan di sekolah dasar Sandy Hook bermula pada Jumat pagi waktu setempat. Peristiwa keji ini menewaskan 26 orang, 20 di antaranya anak-anak. Sang pelaku, Adam Lanza, 20 tahun, bunuh diri seusai melakukan aksi kejinya.

    Pada pagi di hari nahas itu, Lanza meninggalkan rumahnya menuju sekolah dasar tempat ibunya mengajar, dengan membawa senjata api. Ia pergi setelah menghabisi nyawa ibunya dengan cara menembaknya.

    NEW YORK TIMES | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.