Kata Kakak Penembak Connecticut Soal Adiknya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang melakukan aksi belasungkawa dengan menyalakan lilin di Times Square atas tewasnya 26 orang di sekolah dasar Sandy Hook di Newtoon, Connecticut. (14/12) oleh seorang anak berumur 20 tahun. REUTERS/Carlo Allegri

    Sejumlah orang melakukan aksi belasungkawa dengan menyalakan lilin di Times Square atas tewasnya 26 orang di sekolah dasar Sandy Hook di Newtoon, Connecticut. (14/12) oleh seorang anak berumur 20 tahun. REUTERS/Carlo Allegri

    TEMPO.CO, Stamford, Connecticut - Dalam surat perceraian antara Peter dan Nancy Lanza, sama sekali tak disebut-sebut soal masalah kejiwaan anak kedua mereka, Adam Lanza.

    Hanya, kepada para penyidik, Ryan Lanza–kakak Adam–pekan lalu mengatakan, bisa saja perceraian kedua orang tua mereka itu sangat mempengaruhi jiwa adik laki-lakinya tersebut.

    Nancy Lanza, 52 tahun, menjadi korban penembakan Adam yang pertama pada Jumat, 14 Desember 2012.

    Menurut polisi, Nancy ditembak di rumahnya. Setelah menembak ibunya, Adam, 20 tahun, dengan menggunakan mobil ibunya, menuju Sandy Hook Elementary School. Di sekolah dasar ini, ia kembali menembaki 20 murid di sana serta enam orang dewasa (guru), sebelum akhirnya menembak dirinya sendiri.

    Peter dan Nancy Lanza menikah di New Hampshire pada 1981. Pada 2008, Nancy menggugat cerai suaminya dengan alasan karena adanya perbedaan yang tak dapat diselesaikan di antara mereka.

    Pada 2009, Peter dan Nancy sepakat memiliki hak asuh bersama atas Adam, yang saat itu berusia 17 tahun.

    Adam diputuskan tinggal bersama ibunya, namun secara teratur akan mendapat kunjungan dari ayahnya. Sebagai tambahan dari kesepakatan pemberian tunjangan, Peter Lanza setuju untuk menanggung biaya asuransi kesehatan anak-anaknya.

    Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Nancy Lanza memperoleh santunan US$ 289.800 (sekitar Rp 2,8 miliar) pada 2012, atau hampir mencapai Rp 230 juta per bulan.

    Dengan tunjangan ini, kehidupan Nancy bersama anaknya Adam, yang terkena Asperger syndrome, bisa dibilang cukup nyaman.

    Peter Lanza, eksekutif General Electric, pada 2009 memiliki gaji per tahun sekitar US$ 445 ribu (sekitar Rp 4,2 miliar). Peter juga bersedia membiayai sekolah dan kuliah anak-anaknya. Khusus untuk Adam, bahkan ada dana untuk pembelian mobil.

    Polisi sudah membuka kembali jalan tempat Nancy dan anaknya, Adam, tinggal. Namun, pita kuning polisi masih melingkar di sekitar perbukitan, rerumputan, dan pepohonan di sekitar perumahan itu.

    LOS ANGELES TIMES | GRACE S GANDHI

    Berita Terkait:
    Penembak Connecticut Kerap Kunjungi Area Menembak

    Penembakan Connecticut, Pelajar Solo Ikut Berduka

    Guru Idola Itu pun Korban Penembakan Connecticut

    Kronologi Penembakan Maut Murid SD di Connecticut

    Ryan Lanza Kaget Aksi Penembakan Maut Connecticut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?