Terduga Penembak Maut Suka Main PlayStation

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adam Lanza pelaku penembakan di sekolah dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut. dailymail.co.uk

    Adam Lanza pelaku penembakan di sekolah dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua bekas teman sekelas Adam Lanza menganggap Lanza sebagai seorang siswa pemalu. Di Sekolah Menengah Atas Newtown, Adam berpakaian lebih formal daripada siswa lainnya. Menurut Tim Arnone, teman di Sandy Hook, Adam Lanza sering memakai celana khaki, kemeja, dan pelindung saku.

    Tim dan Adam bergabung dalam klub audio-visual sekolah menengah itu, yang juga dikenal sebagai klub teknologi. Mereka menghabiskan waktu istirahat dengan bermain video game di studio stasiun televisi sekolah. "Itu pasti klub teraneh. Tapi kami menyebutnya klub teknologi. Kami memiliki bagian sendiri dalam ruangan," kata Arnone, 20, kepada Reuters.

    Teman sekelas Lanza lainnya yang menolak disebutkan namanya mengatakan Lanza seorang anak pintar tapi tak banyak bergaul. Dia bertemu Lanza ketika keduanya bergabung dalam pasukan Boy Scout lokal.

    Saat itu, katanya Lanza adalah penggemar budaya Jepang, mengumpulkan kartu Pokemon dan bermain PlayStation. Video game yang dimainkan adalah Dynasty, sebuah permainan pertempuran yang dirilis pada akhir 1990-an.

    "Saat masih kecil dia pendiam," kata temannya itu. "Aku ingat, aku menjadi satu-satunya teman di sekolah dasar. Dia selalu baik, sangat sopan."

    Adam Lanza kembali ke sekolah dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut, Jumat pagi, dan menembakkan senapan glok . Sebanyak 26 orang tewas, 20 diantaranya anak berusia 5-10 tahun. Dia kemudian menembak dirinya sendiri. Jasad seorang perempuan ditemukan di sebuah rumah tak jauh dari kejadian.

    REUTERS | WANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.