Wanita Ini Selamat dari Pemerkosa dengan Lidahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. windowstorussia.com

    Ilustrasi. windowstorussia.com

    TEMPO.CO, New York - Seorang wanita menggunakan lidahnya untuk menyelamatkan diri dari sekapan pemerkosa. Setelah seorang pria mengikat tangannya dan memperkosanya, wanita yang tak disebut namanya itu berhasil memencet tombol 911 dengan lidahnya.

    Cerita bermula ketika wanita itu sedang duduk menunggu temannya di rumahnya, di Long Island, New York, 20 November lalu, tiba tiba pelaku menyekapnya. Belakangan, pelaku tertangkap dan diketahui sebagai Patrick O'Sullivan, 20 tahun, asal Moriches timur, New York.

    Jaksa penuntut mengatakan, O'Sullivan diduga bisa masuk ke rumah melalui pintu dapur. Setelah berhasil masuk rumah, pelaku mengikat tangan korban di belakang punggungnya dengan lakban. "Dia menyerangnya selama satu jam, kemudian melarikan diri," kata jaksa. Sepuluh menit setelah pelaku pergi, korban yang tangannya masih terikat memencet tombol 911 dengan lidahnya.

    Pelaku didakwa dengan serangan seksual, pemerkosaan, tindakan kriminal seksual, pelecehan seksual, pencurian, dan dua tuduhan pidana penggunaan senjata api. Pelaku membantah tuduhan pemerkosaan dan meneror wanita di bawah todongan senjata.

    Dia menyatakan ia menggunakan lakban untuk menahan wanita itu dan mengancamnya dengan pisau dapur dan senapan semi-otomatis Mossberg kaliber 0,22 milimeter.

    Kantor kejaksaan meminta jaminan sebesar US$ 1 juta uang tunai dolar atau US$ 5 juta obligasi dolar untuk O'Sullivan. Namun hakim Barbara Kahn meminta jaminan untuk O'Sullivan senilai US$ 250 ribu tunai atau obligasi US$ 1 juta. Kini, sudah ada metode baru untuk menghalangi pemerkosaan

    NUR ROCHMI | DAILYMAIL

    Berita unik lain:
    Kiamat Suku Maya Dicetuskan Seorang Hippies?
    Pramugari Cathay Ancam Mogok Senyum
    Anjing Ini Mengemudi Mini di Selandia Baru
    121212, Enam dari Tujuh Bayi Lahir Caesar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.