Sukses Luncurkan Roket, Korut Kecoh Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roket Unha-3 milik Korea Utara. REUTERS/Bobby Yip

    Roket Unha-3 milik Korea Utara. REUTERS/Bobby Yip

    TEMPO.CO, Pyongyang - Korea Utara berhasil meluncurkan roket jarak jauh pada hari Rabu, setelah sehari sebelumnya mengumumkan penundaan "karena kesalahaan teknis". Meskipun Korut berkukuh roket ini semata-mata bertujuan untuk menempatkan satelit di orbit, banyak kalangan menilai peluncuran ini merupakan uji coba rudal balistik terselubung.

    "Peluncuran versi kedua satelit Kwangmyongsong-3 kita dari Pusat Antariksa Sohae pada 12 Desember berhasil," kata kantor berita Korean Central News Agency (KCNA). "Satelit itu telah memasuki orbit seperti yang direncanakan."

    Peluncuran roket Korea Utara pada hari Rabu dikecam dunia internasional. Politikus senior Amerika serikat menyebut peluncuran ini mengecoh masyarakat internasional dan  menunjukkan pemimpin Kim Jong Un sama provokatif seperti ayahnya.

    "Korea Utara sekali lagi menantang PBB, mitranya, dan dunia dengan meluncurkan roket jarak jauh dengan kedok apa yang disebut 'uji satelit,'" kata anggota Kongres Ileana Ros-Lehtinen, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Kongres.

    "Jelas bahwa Pyongyang bergerak semakin dekat menuju tujuan utamanya memproduksi rudal balistik nuklir untuk mengancam tidak hanya sekutu kita di kawasan Asia-Pasifik, tetapi AS juga," katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa malam waktu AS.

    AP | TRIP B

    Terpopuler:
    Israel Gunakan Burung Bangkai Sebagai Mata-mata 

    Penyiar 2Day FM Keluar dari "Persembunyian" 

    21 Desember Kiamat, Ini Kata Sesepuh Suku Maya

    Negara-negara Arab Setuju Bantu Palestina 

    Dua Pejabat Afganistan Dibunuh

    Kesalahan Teknis, Korea Utara Tunda Luncurkan Roket

    Penyusup Tembaki Demonstran Anti-Mursi di Kairo 

    Chavez Janji Segera Kembali

    Badai Bopha Filipina Tewaskan 650 Orang

    Pos Polisi Pakistan Diserang, 8 Tewas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.