Pria Oregon Tembaki Pengunjung di Mal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Oregon - Seorang pria bersenjata melepaskan serangkaian tembakan di sebuah pusat perbelanjaan di pinggiran Kota Portland, Oregon, Amerika Serikat, Selasa. Dua orang tewas dan belasan lainnya terluka. Sang penembak tewas di lokasi kejadian.

    Saksi mata menggambarkan adegan kekacauan saat pria bersenjata yang mengenakan pakaian bak pemain hoki menembakkan senapan gaya militer di dekat food court di Clackamas Town Center. Orang tua dengan anak-anak bergegas ke bagian belakang mal saat petugas polisi mulai memasuki mal untuk mencari penembak, demikian keterangan saksi mata.

    Sheriff Clackamas, Letnan James Rhodes, mengatakan pria bersenjata itu ditemukan tewas. Dia diduga melakukan bunuh diri sebelum polisi tiba di lokasi kejadian.

    Pihak berwenang mengkonfirmasi hanya ada satu penembak.

    Austin Patty, 20 tahun, yang bekerja di Macy, mengatakan ia melihat seorang pria dengan topeng putih membawa senapan dan mengenakan rompi antipeluru. Dia mendengar pria bersenjata itu berkata, "Saya penembak," seolah-olah mengumumkan dirinya. Dia memuntahkan peluru dengan senapannya secara membabi-buta beberapa saat kemudian.

    Pam Moore, saksi mata lain, mengatakan kepada The Associated Press, pria bersenjata itu pendek, dengan rambut gelap, dan mengenakan pakaian kamuflase. "Saya mendengar sekitar 20 tembakan dan semua orang tiarap," kata Moore.

    Mal lokasi penembakan adalah salah satu yang tersibuk di Portland menjelang perayaan Natal. Mal ini berada di daerah kelas menengah dan memiliki sekitar 185 gerai, termasuk Nordstrom dan JC Penney, dan bioskop. Deputi Sheriff mengatakan mal akan ditutup selama penyelidikan penembakan, tetapi tidak jelas berapa lama.

    USA TODAY | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.