Saldanha Bunuh Diri, Penyiar Radio 2Day FM Menyesal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jacintha Saldanha. REUTERS/Benedict Barboza/Handout/ANI via Reuters TV

    Jacintha Saldanha. REUTERS/Benedict Barboza/Handout/ANI via Reuters TV

    TEMPO.CO, Sydney - Chief Executive Southern Cross Stereo, pemilik radio 2Day FM, yang menyiarkan lelucon telepon tentang kondisi kesehatan Kate Middleton, akhirnya angkat bicara. Siaran radio tersebut memakan korban karena Jacintha Saldanha, perawat yang menjadi korban lelucon telepon tersebut, ditemukan meninggal dunia dan diduga bunuh diri pada Jumat, 7 Desember 2012, tiga hari setelah dikerjai oleh radio tersebut.

    "Meninggalnya Saldanha merupakan tragedi, dan kami sangat menyesal karenanya," kata Rhys Holleran, Chief Executive Southern Cross Stereo, yang memiliki radio 2Day FM, seperti dikutip situs Time, Ahad.

    Dia berbicara mewakili kedua penyiar, Mel Greig dan Michael Christian. Saat ini keduanya dikecam oleh publik Australia dan juga dunia atas lelucon tak lucu mereka. Akun Twitter kedua penyiar dan situs resmi radio 2Day FM bahkan ditutup.

    "Saya sudah bicara dengan kedua penyiar itu pagi ini dan mereka sangat menyesal atas apa yang terjadi. Mereka pun manusia," ujar Holleran. Namun, dia juga mengatakan bahwa lelucon telepon seperti itu sudah berlangsung selama beberapa dekade. "Tak ada perkiraan hal ini akan terjadi," katanya.

    Kejadian ini berawal dari dirawatnya Duchess of Cambridge, gelar Kate Middleton, setelah menikah dengan Pangeran William, yang menjadi Duke of Cambridge, di Rumah Sakit King Edward VII akibat mual-mual akut pada awal kehamilannya pekan lalu. Lelucon telepon itu dilakukan kedua penyiar terhadap rumah sakit dengan berpura-pura menjadi Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles.

    "Oh, halo, bisakah aku berbicara dengan Kate, cucuku?" tutur penyiar wanita, Mel Graig. Perawat Jacintha Saldanha, 46 tahun, yang menjawab telepon mereka pun teperdaya. Dia menyambungkan telepon itu kepada perawat pribadi Kate. Pembicaraan lalu berlanjut. Bahkan sang perawat menyampaikan kondisi medis Kate yang kemudian disiarkan oleh stasiun radio 2Day FM.

    Pihak rumah sakit pun marah akibat lelucon tersebut. "Kerahasiaan kondisi medis pasien merupakan masalah serius, dan kami akan memperbaiki protokol penerimaan telepon kami," ujar Kepala Rumah Sakit King Edward VII, John Lofthouse.

    Dia juga menyampaikan kemungkinan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan kedua penyiar. Namun, Lofthouse menyebutkan, perawat yang menjadi korban lelucon itu tak ditegur ataupun dihukum.

    Lelucon ini kemudian menyebar melalui Internet dan berakhir tak lucu ketika Saldanha ditemukan meninggal dua hari lalu. Dia diduga bunuh diri.

    TIME | DAILYMAIL | BBC | ANGGRITA DESYANI

    Berita Terkait:
    Inilah Transkrip Telepon Ratu Elizabeth Palsu

    6 Jam, Pangeran William Rela Jaga Kate Middleton

    Jika Tak Segera Dirawat, Kondisi Kate Bisa Fatal

    Pangeran William Kunjungi Kate di Rumah Sakit

    Jasad Perawat Kate Middleton Akan Dibawa ke India

    Perawat yang Terima Telepon "Ratu" Bunuh Diri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.