Terorisme Masih Menjadi Isu Utama Pertemuan ARF

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Masalah penanggulangan terorisme internasional masih menjadi bahasan utama dalam pertemuan para menteri luar negeri yang tergabung dalam Forum Regional ASEAN (ARF) yang berlangsung di Balai Sidang, Jakarta, Jumat (2/7).Dalam acara jumpa pers seusai pertemuan ARF, Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda menjelaskan, peserta pertemuan menyepakati perlunya kerjasama di bidang keamanan transportasi untuk menanggulangi ancaman terorisme internasional. "Sebab transportasi baik barang maupun orang memerlukan pengamanan dari ancaman terorisme," kata dia.Oleh karena itu, lanjut dia, saat ini sudah diberlakukan berbagai upaya, seperti penempatan polisi di atas pesawat terbang dan sistem pengamanan di setiap bandar udara. Dikatakannya pula, pengamanan angkutan barang juga perlu diperhatikan karena dapat disalahgunakan untuk membawa senjata yang dapat digunakan untuk kegiatan terorisme. Para peserta ARF, menurutnya, menyambut baik upaya ASEAN yang ingin membentuk Masyarakat Keamanan ASEAN (ASC). Dia juga menekankan kepada para menteri luar negeri tentang pentingnya peranan ASEAN sebagai penggerak utama dalam kerjasama ARF. Selain itu, lanjut Wirajuda, peserta ARF juga menggarisbawahi pentingnya mencari penyelesaian bagi non-proliferasi (pelarangan penyebaran) dan perlucutan senjata muklir dengan segala aspeknya. "Ini menunjukkan keseriusan ARF dalam menangani isu-isu tersebut," tegas dia. Menurutnya, para menteri luar negeri juga menghargai upaya-upaya damai melalui dialog yang dilakukan masing-masing pihak terkait dalam menjaga keamanan dan perdamaian di Semenanjung Korea. Masalah Myanmar juga menjadi bahasan utama.Dalam pertemuan ini, Jepang dan Pakistan resmi menjadi anggota ARF. Dengan demikian ARF terdiri dari 24 negara, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia, Australia, Republik Rakyat Cina, Korea Utara, Korea Selatan, Uni Eropa, Jepang, Pakistan, Selandia Baru, Rusia, Amerika Serikat, Mongolia, India, Kanada, Faisal Asegaf - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.