10 Warga Nigeria Dibantai Boko Haram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah gereja Katolik St Rita di desa Malali, setelah hancur oleh ledakan bom bunuh diri yang menabrakan kendaraannya yang dikemas dengan bahan peledak, di kota utara Nigeria Kaduna, (28-10). REUTERS/Stringer)

    Sebuah gereja Katolik St Rita di desa Malali, setelah hancur oleh ledakan bom bunuh diri yang menabrakan kendaraannya yang dikemas dengan bahan peledak, di kota utara Nigeria Kaduna, (28-10). REUTERS/Stringer)

    TEMPO.CO, Borno - Sedikitnya 10 umat Kristen di utara negara bagian Borno, Nigeria, dibantai sejumlah pria bersenjata, Ahad, 2 Desember 2012.

    Pelaku pembantaian diduga berasal dari kelompok bersenjata Boko Haram. Serangan mematikan pada Ahad terjadi di sebuah desa disebut Chibok, sebuah daerah terpencil di negara bagian Borno, sekaligus menjadi pusat kekerasan yang ditimbulkan oleh Boko Haram. Kelompok bersenjata ini melawan pengaruh Barat dan ingin membentuk negara Islam di utara Nigeria.

    "Sejumlah pria bersenjata diduga berasal dari kelompok Boko Haram datang pada malam hari. Mereka mendatangi rumah penduduk dan membakarnya sebelum membunuh para korban," kata Nuhu Clark, bekas anggota dewan desa yang lolos dari serangan mematikan.

    Dia mengatakan, dirinya sempat menghitung jumlah korban tewas mencapai 10 orang. Seorang petugas pemerintah lokal, yang berbicara dengan identitas yang dirahasiakan, mengatakan, "Para penyerang datang pada sekitar pukul 09.00 malam sembari meneriakkan Allahu Akbar, yang membuat kami menduga bahwa mereka berasal dari Boko Haram. Mereka mendatangi rumah-rumah yang didominasi pemeluk Kristen, selanjutnya membantai 10 orang seperti menyembelih domba."

    Juru bicara kepolisian mengatakan, mereka tetap menaruh perhatian pada insiden ini, tetapi masih mencoba mengonfirmasi jumlah korban tewas.

    Pejuang bersenjata telah membunuh ratusan orang sejak mereka melancarkan serangan melawan pemerintah pada 2009. Target serangan mereka biasanya adalah pasukan keamanan, pejabat pemerintah, atau umat Kristen yang dianggap oleh Boko Haram sebagai golongan orang-orang kafir. Human Rights Watch mengatakan, sekitar 3.000 orang telah meregang nyawa dalam konflik tersebut, terutama sejak perjuangan mereka diintesifkan pada 2010.

    Pada bagian lain, pasukan keamanan pada Ahad mengaku telah membunuh seorang komandan senior Boko Haram, Mohammed Ibrahim. Dia salah seorang yang pernah disayembarakan oleh pemerintah. Kepada siapa saja yang berhasil menangkapnya, maka kepalanya dihargai US$ 158.900 (sekitar Rp 1,5 miliar).

    "Dia tewas dalam sebuh operasi di Gwange Ward (negara bagian Borno) bersama dengan dua unit pasukan komandonya," kata juru bicara komandan gabungan militer dan kepolisian, Letnan Kolonel Sagir Musa.

    AL JAEERA | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Zurich Sediakan Parkir Mobil ''Goyang'' 

    Prancis Punya Masjid Gay Pertama 

    Korea Utara Luncurkan Roket Bulan Ini? 

    Giliran Pendukung Mursi Kuasai Kairo

    Inggris Hentikan Bantuan ke Rwanda Rp 324 Miliar 

    Krim Cukur Aroma Babi Asap 

    Pengadilan PBB Bebaskan Bekas PM Kosovo 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.