Wanita Cina 'Wisata' Bersalin ke California  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • health.thefuntimesguide.com

    health.thefuntimesguide.com

    TEMPO.CO, California - Warga pinggiran kota California Selatan yang memprotes rumah di puncak bukit yang beralih fungsi sebagai pusat bersalin bagi wanita Cina. Mereka dikabarkan membayar ribuan dolar AS untuk bisa melahirkan di tempat ini.

    Di depan rumah itu di Chino Hills, nama kompleks permukiman itu, tertempel banyak spanduk protes. Di antara tulisa daalam spanduk itu antara lain berbunyi "Tolak Wisata Melahirkan!" dan "Tak Disini! Tidak di AS!"

    Walikota San Bernardino pada The Sun mengatakan bahwa kamar di rumah ini disewakan kepada wanita Cina yang tengah hamil. Sang penyewa akan tinggal di tempat itu hingga melahirkan. Para pengunjuk rasa mengatakan mereka tidak ingin melihat bisnis ada di daerah permukiman.

    Seorang warga, Kelly Good, menyatakan para wanita itu datang secara legal dengan visa turis. Namun niat mereka adalah untuk melahirkan di Amerika Serikat sehingga anak-anak mereka secara otomatis akan memperoleh kewarganegaraan AS. Dia mengatakan hal itu sebagai "kepura-puraan yang sungguh palsu."

    Karol Arredondo, warga lain, menyatakan hampir tiap pekan bus wisata datang dan sekelompok perempuan Cina yang hamil masuk. Mereka berpesiar ke tempat tujuan wisata terdekat, seperti Disneyland dan Venice Beach.

    Pemerintah kota berjanji akan segera menertibkan. Namun seorang pejabat kota mengatakan mereka menangani masalah terkait penegakan aturan peruntukan properti, dan tidak berurusan dengan dugaan wisata persalinan.

    FOX NEWS | TRIP B

    Berita terpopuler lainnya:
    Prancis Punya Masjid Gay Pertama 

    Giliran Pendukung Mursi Kuasai Kairo

    Tradisi Penjaga Buckingham Palace Akhirnya Pecah

    PBB: Pengungsi Suriah di Tingkat Bahaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?