Divonis Mati, Sekap 6 Wanita sebagai Budak Seksnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Beijing - Seorang pria Cina dihukum mati hari Jumat setelah menyekap enam wanita sebagai budak seks dalam sebuah sel bawah tanah yang dibangunnya. Ia memerintahkan untuk membunuh dua dari mereka, media pemerintah melaporkan.

    Li Hao didakwa dengan pasal pembunuhan, pemerkosaan, prostitusi terorganisir, penahanan ilegal, dan menjual materi pornografi. Li berprofesi formal sebagai staf di biro pengawasan teknologi di kota Luoyang yang terletak di provinsi Henan.

    Pria 35 tahun ini menyiapkan ruang penyekapan khusus dengan menggali penjara di ruang bawah tanah sebuah kompleks perumahan yang dibelinya pada tahun 2009. Menurut Xinhua, ia kemudian menggunakan ruang bawah tanah itu untuk menyekap wanita yang diincarnya. Penyelidikan polisi menunjukkan para korbannya telah berada di ruangan sumpek itu selama antara dua dan 21 bulan.

    Li berulang kali memperkosa para wanita itu, memaksa mereka untuk beradegan porno dan mengunggahnya ke internet dari Maret sampai April 2011. Ia juga memaksa para wanita itu melayani pria hidung belang.

    Tiga dari para wanita yang disekap itu juga ditemukan bersalah atas tindak pembunuhan atas dua rekannya sesama korban penyekapan. Ketiganya bertindak di bawah instruksi Li.

    Para wanita itu adalah pekerja di bar karaoke, salon rambut, dan panti pijat sebelum mereka diculik oleh Li. Tujuan semula, Li ingin menghasilkan uang dengan mengunggah video cabul ke internet.

    Sepak terjang Li terbongkar setelah setelah salah satu wanita yang disekapnya berhasil melarikan diri pada bulan September tahun lalu dan memberitahu polisi. Li kemudian ditangkap.

    CNN | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.