Sekjen PBB: Palestina Butuh Status Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PBB Ban Ki-moon memberikan pidato utamanya di Auditorium Indonesia Peace and Security Centre (IPSC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/3). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Sekjen PBB Ban Ki-moon memberikan pidato utamanya di Auditorium Indonesia Peace and Security Centre (IPSC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/3). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta--Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-Moon mengatakan Palestina butuh memperoleh status "non member observer state" di PBB. Dengan begitu, dunia bisa untuk memulai mewujudkan perdamaian bagi rakyat Palestina, sekaligus juga bagi Israel.

    "Kedua negara tersebut butuh bernegosiasi. Tapi justru negosiasi itulah yang paling sulit dilakukan, mengingat kondisi yang terjadi sekarang," katanya sebagaimana rilis yang diterima Tempo, Kamis, 29 November 2012.

    Ki-Moon merasa semakin prihatin soal konflik Palestina-Israel. Sebab, dalam kunjungannya ke Timur Tengah baru-baru ini ia mengaku melihat lagi potensi kehancuran, terutama terhadap warga sipil, akibat tak adanya resolusi permanen terhadap konflik yang berkembang di sana. "Juga soal peningkatan kekerasan pemukim yang mengakibatkan terlukanya warga Palestina dan kerusakan harta benda," ujarnya.

    Besok pagi waktu setempat akan ada pemungutan suara di Perserikatan Bangsa-Bangsa soal status Palestina. Jika banyak suara mendukung Palestina, status Palestina di PBB akan berubah menjadi "non member observer state", dari yang sebelumnya "non member observer entity".

    Dari kenaikan status tersebut, menurut Hasan, setidaknya PBB melakukan resolusi. Sebab, bisa jadi status tersebut merupakan pengakuan internasional bagi Palestina sebagai suatu negara.

    MUHAMAD RIZKI

    Baca juga:
    Punya Bandara Tapi Tak Ada Jalan

    Buku Tua Jenaka Karya Ilmuwan Muslim Ditemukan

    Kabinet Thailand Selamat dari Mosi Tak Percaya

    Hermaprodit, Seorang Pria Gagal Jadi Biksu

    Turki Cabut Pelarangan Jilbab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.