Hermaprodit, Seorang Pria Gagal Jadi Biksu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang biksu memotret menggunakan telepon genggam di sela-sela acara detik-detik perayaan Wasiak di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (6/5). TEMPO/Subekti

    Seorang biksu memotret menggunakan telepon genggam di sela-sela acara detik-detik perayaan Wasiak di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (6/5). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bangkok - Seorang pria, Krittapak Duangchai, 30 tahun, ditolak menjadi biksu gara-gara berkelamin ganda (hemaprodit). Pemimpin kuil di Provinsi Lambang menolak keinginan Krittapak, karena pada akta kelahirannya dia tercatat sebagai perempuan. Padahal, dia ingin menjadi biksu sejak usia 17 tahun.

    "Aku patah hati. Itu adalah saat yang sulit bagiku karena aku tidak meminta lahir dalam kondisi ini," ujarnya.

    Krittapak dilahirkan dengan status perempuan. Namun, dia dibesarkan orang tuanya sebagai laki-laki. Tak ada yang mengetahui kondisi fisik Krittapak selama ini, selain ayahnya yang seorang polisi dan ibunya yang berprofesi sebagai wiraswasta.

    Sejak kecil, dia bingung dengan orientasi seksualnya. Sebab, Duangchai punya vagina dan mengalami menstruasi. Namun, dia juga mengalami perbesaran penis. Orang tua Krittapak terlalu miskin untuk membiayai operasi. "Saya sangat sedih karena tak bisa membiayai operasi untuk menghilangkan vaginanya," tutur Ibu Krittapak kepada koran lokal.

    Krittapak menuturkan, kini hormon lelakinya jauh lebih banyak ketimbang hormon perempuan. Namun, dua organ reproduksi itu tak berfungsi seratus persen. Dia menerima takdir tak akan pernah memiliki keturunan. "Aku menerima kenyataan ini," ujar dia.

    Sejak Krittapak mengungkapkan identitasnya dan berniat menjadi 100 persen laki-laki pada 4 Oktober lalu, dia mendadak populer. "Aku bisa mengumpulkan donasi hingga 300 ribu baht (Rp 93 juta)," katanya. Uang itu cukup untuk memperbesar penis dan operasi rekonstruksi lainnya.

    Kini Krittapak bekerja sebagai relawan biara di Chiangmai. Dia mengajar bahasa Inggris, matematika, dan ilmu alam. Dia juga memiliki kekasih perempuan yang bekerja sebagai perawat. "Dia pekerja keras dan sangat pemalu," kata Krittapak tentang kekasihnya.

    MALAYSIACHRONICLE | DIANING SARI

    Terpopuler:
    Hina Gus Dur, Sutan Bhatoegana Dimarahi Mahasiswa  

    Seperti Apa Panasnya Rapat Jokowi-Ahok soal MRT? 

    Akbar: Pendukung Jusuf Kalla Telah Gerilya

    Soal Tendangan Bebas Indahnya, Ini Jawaban Andik 

    Jokowi Pulang Nebeng Mobil Wali Kota  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?