Mesir Memanas, Presiden Morsi Temui Hakim Agung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Mesir Mohammed Morsi. AP/Egyptian Presidency

    Presiden Mesir Mohammed Morsi. AP/Egyptian Presidency

    TEMPO.CO, Kairo - Suhu politik di Mesir kian memanas sehubungan dengan demonstrasi menentang peguasa pascarevolusi Presiden Mohamed Morsi. Seorang anggota Ikhwanul Muslimin tewas dalam insiden penyerbuan kantor organisasi ini di Kota Damanhour, Delta Nil.

    Para aktivis pada Ahad, 25 November 2012 mendirikan tenda di Lapangan Tahrir, Kairo, memasuki hari ketiga. Mereka memblokade jalan sebagai bentuk menentang apa yang mereka sebut dengan pengambilalihan kekuasaan oleh Morsi.

    Guna menurunkan ketegangan, Presiden Morsi, Senin, 26 November 2012, akan bertemu dengan Hakim Agung untuk  mengurangi krisis atas demonstrasi menentang kepemimpinannya di Mesir.

    Bentrok antara pengunjuk rasa dan aparat kepolisian tak bisa dihindari menyebabkan 500 orang cedera. Bahkan dalam sebuah aksi penyerbuan ke kantor Ikhwanul Muslimin di Kota Damanhour, Delta Nil, salah seorang anggota Ikhwanul Muslimin tewas dan 60 lainnya luka-luka. "Seorang anggota ikhwanul Muslimin tewas dan 60 lainnya cedera," demikian bunyi siarang pers Partai Keadilan dan Kebebasan, sayap politik Ikhwanul Muslimin.

    Mahkamah Agung sepetinya mengisyaratkan memberikan toleransi atas berbagai unjuk rasa yang melanda Mesir, meskipun penentang Morsi tidak menginginkan adanya pembatalan kekuasaan karena dianggap membahayakan demokrasi.

    Dalam keterangannya berkali-kali kepada media, kantor kepresiden mengatakan bahwa Presiden Morsi siap berdialog dengan kelompok-kelompok politik guna menemukan akar mendasar mengenai konstitusi Mesir. Akibat bentrok dan kerusuhan di Mesir, pasar saham pada Ahad, 25 November 2012 jatuh hingga mendekati 10 persen. Peristiwa ini merupakan yang terburuk dialami pasar saham Mesir sejak kejatuhan Mubarak pada Februari 2011.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.