Gencatan Senjata Israel-Hamas Disambut Takbir Akbar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Gaza - Setelah delapan hari saling serang, akhirnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas tercapai Rabu malam, 21 November 2012. Warga Gaza pun menyambut dengan sukacita.

    Ada cara cepat warga untuk memberitahukan kabar gembira itu ke seluruh warga. Mungkin ini juga menjadi cara lain bagi mereka untuk mengumandangkan rasa syukur. Yaitu dengan pengeras suara di masjid.

    "Allahu Akbar, Allahu Akbar. Wahai warga Gaza, kalian semua menang," suara keras meraung dari pengeras suara masjid di Gaza ketika gencatan senjata diberlakukan. "Anda sudah mematahkan arogansi orang-orang Yahudi."

    Lima belas menit kemudian, tembakan perayaan bergema di jalan-jalan gelap, yang kemudian perlahan dipenuhi kerumunan orang yang melambai-lambaikan bendera Palestina. Para wanita bersandar keluar dari jendela sambil memandangi kembang api yang menerangi langit Gaza.

    Pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, berterima kasih kepada pemerintah Mesir yang menengahi dan memuji Iran karena membantu keuangan dan mengulurkan tangan mereka kepada warga Gaza. "Kami keluar dari pertempuran ini dengan kepala tegak," kata dia sembari menambahkan bahwa Israel sebenarnya telah kalah dan gagal dalam "petualangan"-nya.

    Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Namun ia juga tetap menegaskan bahwa pihaknya menginginkan kesepakatan yang lebih tegas untuk kepentingan jangka panjang.

    REUTERS | MUNAWWAROH

    Berita Lain:
    Jesse Jackson Jr. Mundur dari Panggung Politik AS
    Israel : Ada 20 Roket Gaza Selama Gencatan Senjata
    Jenderal Kongo Jual Senjata pada Pemberontak
    Salah Pasang, Manula Tonton 14 Film Porno per Hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.