Israel : Ada 20 Roket Gaza Selama Gencatan Senjata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah roket Iron Dome diluncurkan di Tel Aviv, untuk mencegat roket yang ditembakkan dari Gaza, Sabtu (17/11). AP/Oded Balilty

    Sebuah roket Iron Dome diluncurkan di Tel Aviv, untuk mencegat roket yang ditembakkan dari Gaza, Sabtu (17/11). AP/Oded Balilty

    TEMPO.CO, Yerussalem - Angkatan Bersenjata Israel (IDF) menyebutkan ada sekitar 20 roket dari Gaza selama gencatan senjata yang sudah disepakati Israel-Palestina pada Rabu, 21 November 2012. Menurut IDF, roket itu telah melukai tentara cadangan yang ditempatkan di kawasan Selatan.

    Serangan roket, menurut Jpost.com, terjadi satu jam setelah gencatan senjata. Menurut Israel, ada sekitar 20 roket Palestina yang menembak kawasan negeri Zionis ini sejak pukul 21.00 malam. Gencatan senjata disepakati sejak pukul 19.00 malam waktu setempat.  
    Roket-roket itu, menurut juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld, jatuh di kawasan terbuka. Salah satu roket dipercaya merupakan roket penyusup. "IDF telah menerima perintah gencatan senjata dan kami tetap dalam posisi siaga," ujar juru bicara IDF, Brigadir Jendral Yoav Mordechai.

    Mordechai mengatakan akan menahan serangan dari Gaza, kecuali roket-roket tersebut melukai warga sipil dan tentara mereka. Oleh sebab itu, Israel tak segan-segan untuk merespons. Sebelum gencatan senjata, menurut ABCnews, IDF telah menghancurkan sekitar 50 tempat peluncuran roket bawah tanah di Gaza. IDF pun mengklaim berhasil mencegat dua roket dari Gaza.

    Sekitar pukul 12.00 pada Rabu, 21 November 2012, terjadi ledakan besar di Tel Aviv. Sebuah bus umum diledakkan di dekat pusat militer Israel. Teror tersebut menjadi serangan teroris pertama di Israel sejak 2006.

    Tercatat selama delapan hari peperangan, ada 130 warga Palestina yang meninggal. Sedangkan dari pihak Israel, lima orang meninggal. Kekerasan antara dua tetangga ini sementara berhenti sejak dicapainya kesepakatan gencatan senjata pada Rabu kemarin.

    Kesepakatan terjadi setelah adanya pertemuan antara Presiden Mesir Muhammad Mursi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton. Clinton mengatakan Mesir dan Amerika akan membantu proses perdamaian.

    DIANING SARI

    Berita lain:
    Hamas Tantang Israel Lakukan Serangan Darat

    Israel Serang Gaza, Rusia Kesal PBB Diam Saja

    Israel Serbu Gaza Tiap Kali Obama Terpilih

    Serangan Israel ke Gaza Hancurkan 25 Masjid

    Serangan Israel Bikin Gadis Ini Batal Menikah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.