Salah Pasang, Manula Tonton 14 Film Porno per Hari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ron dan Ann Hayward

    Ron dan Ann Hayward

    TEMPO.CO, London - Pasangan suami-istri tua Ron dan Ann Hayward tercengang saat ditagih oleh televisi berlangganan mereka senilai 500 pound sterling atau setara Rp 7,6 juta. Angka ini dibebankan karena pasangan ini, yang berusia 74 dan 71 tahun, dianggap memesan tayangan film porno rata-rata 14 judul film sehari.

    Ini adalah kedua kalinya pasangan dari Reddish, dekat Manchester, terperangkap dalam perselisihan mengenai film porno dengan Virgin Media, provider penyedia tayangan TV berbayar.

    Pada 2009, mereka juga dituduh memesan film porno, namun nilainya tak sebesar sekarang. Saat itu, Virgin menuntut bayaran 190 pound sterling, yang berujung diputusnya tayangan berlangganan itu karena mereka enggan membayar tayangan yang tak diakui pemesanannya itu.

    Namun, awal 2012, pasangan ini memutuskan kembali berlangganan. Dalam beberapa hari, belasan film dewasa dipesan dari alamat ini, sebanyak 14 tayangan per hari.

    "Kami punya masalah ini sebelumnya, dan kami pikir, ketika kami kembali, masalah yang menyebabkan kesalahan di masa lalu telah diperbaiki," kata Ann.

    Juru bicara Virgin mengatakan, kemungkinan besar benar film itu telah diakses dari alamat pasangan ini karena nomor PIN rahasia diperlukan untuk bisa menonton film itu. "Konten dewasa hanya dapat dilihat setelah nomor PIN individu diberikan. Kami memastikan Bapak dan Ibu Hayward telah dilindungi PIN," katanya.

    DAILY MAIL | TRIP B

    Berita lain:
    Dahlan Iskan: Banjiri Cina dengan Buah Tropis RI

    Dahlan Usul Tanam 5.000 Pohon Sukun

    Golkar: Apindo Tak Berhak Ikut Tentukan Upah Buruh

    Dahlan Percaya PT Kertas Leces Bisa Hidup

    Terus Rugi, Sharp Segera PHK 2.000 Pekerja


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.