Peringatan Israel: Jurnalis, Jauhi Hamas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara membersihkan laras tank di daerah perbatan jalur Gaza, Isreal, (20/11). Israel siap untuk melakukan gencatan senjata kembali ke Palestina. REUTERS/Yannis Behrakis

    Sejumlah tentara membersihkan laras tank di daerah perbatan jalur Gaza, Isreal, (20/11). Israel siap untuk melakukan gencatan senjata kembali ke Palestina. REUTERS/Yannis Behrakis

    TEMPO.CO, Gaza -- Angkatan Bersenjata Israel (IDF) dengan akun resmi @IDFSpokesperson mengingatkan jurnalis yang menjalankan tugas di Jalur Gaza. "Peringatan untuk jurnalis di Gaza, menjauhlah dari Hamas yang akan memanfaatkan Anda sebagai tameng," tulis IDF melalui akun Twitternya.

    Peringatan dari akun @IDFSpokesperson itu dikomentari kepala The Washington Post cabang Kairo, Abigail Hauslohner, yang sedang berada di Gaza. "Ancaman yang buruk menjelang tidur," tulis dia dalam akun Twitternya.

    Lewat akun resmi itu pula, militer Israel memang menargetkan gedung delapan lantai di lingkungan Rimal Kota Gaza yang menjadi markas sejumlah media. Menurut IDF, teroris Hamas berada di gedung media bukan untuk diwawancarai.  Namun, mereka ada di sana untuk berkomunikasi dengan operator lapangan dan merencanakan serangan.

    "Peringatan kepada wartawan di Gaza: Jauhi operator dan fasilitas Hamas. Hamas adalah kelompok teroris yang akan memanfaatkan Anda sebagai tameng manusia."

    Jejaring sosial media Twitter menjadi media informasi yang cepat bagi para jurnalis internasional untuk mengabarkan kondisi terkini perang Israel-Palestina. Melalui Twitter, mereka yang tinggal di Gaza menginformasikan serangan Israel ke kota tersebut, termasuk serangan brutal pada Selasa, 20 November 2012.

    Jurnalis The Telegraph, Phoebe Greenwood, berceloteh di akun Twitternya. Ledakan besar di Kota Gaza menghancurkan kaca jendela bangunan ini. Benar-benar sangat dekat. Gencatan senjata belum ada," tulis dia.

    Celotehan Greenwood tentang serangan semalam bergabung dengan banjir kicauan dari jurnalis lainnya. Termasuk reporter dari BBC dan dari AFP Prancis yang kantornya berada di antara gedung kantor media yang menjadi target serangan Israel di hari sebelumnya.

    Reporter AFP Sara Hussein berkicau melalui akunnya saat sebuah serangan menghantam Hotel Deira, "Ya Tuhan, ledakan besar di sini. Oke, tapi itu sangat kuat, mengguncang kami semua. Terdengar pecahan kaca #Gaza,".

    TELEGRAPH | MUNAWWAROH

    Baca juga:

    Indonesia, #Pray For Gaza
    Lewat Twitter, Jurnalis Beritakan Serangan Israel

    Ketemu Netanyahu, Hillary Bahas Gencatan Senjata

    Israel Serbu Gaza Tiap Kali Obama Terpilih

    Ini Situs-situs Israel yang Dilumpuhkan Anonymous


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.