Cina Akan Bangun Gedung Tertinggi dalam 90 Hari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • schindler.com

    schindler.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina berencana membangun gedung pencakar langit tertinggi di dunia hanya dalam waktu 90 hari. Menurut para teknisi yang terlibat, proyek ini diperkirakan selesai pada akhir Maret 2013.

    Nama gedung itu Sky City, tingginya mencapai 838 meter, akan dibangun di Kota Changsha di tepi Sungai Xiangjiang. Konon, sebagian teknisi yang merancang gedung ini juga terlibat dalam pembangunan Burj Khalifa di Dubai, yang merupakan gedung tertinggi di dunia saat ini.

    Perusahaan konstruksi yang mengerjakan proyek ini, Broad Sustainable Building, mengatakan, rata-rata dalam sehari, mereka nanti mengerjakan lima lantai. Ini perusahaan yang sama, yang membangun hotel 30 lantai dalam 15 hari, beberapa waktu lalu. Begitu ada persetujuan dari pemerintah Cina, mereka mulai mengerjakan fondasi akhir bulan ini.

    Menurut Construction Week Online, perusahaan konstruksi ini sangat serius dengan niatnya. Vice President Senior Broad Group, Juliet Jiang, telah menegaskan hal ini dalam sebuah pernyataan publik. "Kami akan bekerja sesuai rencana, menyelesaikan lima lantai per hari," katanya.

    Berbeda dengan Burj Khalifa yang hanya memiliki 163 lantai meski tingginya mencapai 829 meter, karena ada menara runcing tinggi di puncaknya, Sky City memiliki 220 lantai. Sebagaian besar ruangannya akan dijadikan hunian bagi sekitar 31.400 orang. Selain itu, ada perkantoran, sekolah, rumah sakit, pertokoan, dan restoran. Penghuni dan pengguna gedung dapat naik-turun menggunakan 104 lift berkecepatan tinggi.

    Gedung ini akan menggunakan 220 ribu ton baja. Meski demikian, Brod Group mengklaim biaya pembangunannya sangat murah, cuma US$ 1.500 per meter persegi, tidak seperti Burj yang menghabiskan hingga US$ 15 ribu per meter persegi. Mereka juga mengklaim gedung ini tahan gempa yang berkekuatan hingga 9,0 skala Richter, dan tahan api selama tiga jam.

    GIZMODO.COM | PHILIPUS PARERA


    Xi Jinping Ambil Alih Posisi Pemimpin Cina

    Xi Jinping, Pemimpin Baru Cina

    Ketiak Bau, Maskapai Ini Tolak Calon Pilot

    Hu Jintao Minta Partai Komunis Cina Basmi Korupsi

    Heywood Diduga Agen Mata-mata Inggris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.