Israel Serbu Gaza Tiap Kali Obama Terpilih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Enam Hari, Roket Israel Bunuh 95 Warga

    Enam Hari, Roket Israel Bunuh 95 Warga

    TEMPO.CO , Jakarta:Kali pertama Barack Obama terpilih menjadi Presiden Amerika adalah Desember 2008 lalu. Bersamaan dengan persiapan pelantikan itu, tentara Israel sibuk dengan invasinya ke Palestina. Mereka menyerbu Jalur Gaza dari wilayah darat.

    "Akibatnya, tidak kurang dari 14 ribu warga Palestina tewas," tulis situs berita The National, Selasa, 20 November 2012.

    Kini empat tahun telah berlalu sejak serangan berdarah itu. Di Amerika, Obama memenangkan pemilihan umum lagi. Dan di Timur Tengah, Israel kembali berseteru dengan Palestina. Dampaknya, lebih dari 100 orang tewas dalam serangan itu. "Semua ini seperti de javu, sesuatu yang pernah terjadi dan terulang lagi," tulis The National.

    Menurut Direktur program Keamanan Regional Pusat Kepentingan Nasional, Geofrrey Kemp, pemerintah Amerika bakal bekerja sama dengan Mesir dan Israel. Tujuannya guna mencegah kekerasan serta konflik meluas.

    Seorang peneliti Timur tengah di Dewan Hubungan Luar negeri, Steven A Cook, mengatakan, masyarakat Israel kini tak berada dalam suasana ingin bernegosiasi. Bahkan mereka terlihat tak ingin menarik pasukannya dari Gaza.

    "Melihat itu, siapa pun tahu kalau proses perdamaian tak akan menjadi prioritas Presiden Obama," ujar Cook.

    Serangan senjata tentara Israel selama enam hari terakhir telah menghancurkan 25 masjid di Kota Gaza. Menurut Menteri Agama, Ismail Radwan, agresi Israel tidak cuma menyasar warga sipil, seperti yang dialami keluarga Salah, al-Dalou, dan Azzam.

    "Mereka juga menargetkan masjid, kuburan, serta rumah ibadah," kata Radwan dalam konferensi pers di depan Masjid Al-Abbas, seperti yang dikutip situs berita Maan News.

    Hingga kini, perang Israel versus Palestina tak juga menunjukkan tanda bakal usai. Malah perseteruan semakin sengit. Korban nyawa dari warga sipil terus berjatuhan, seperti petani yang sedang menuju pasar, penjual air bersih, dan seorang ibu serta anaknya.

    Menurut situs berita Israel, Haaretz, mereka adalah 34 korban tewas di dua hari serangan Israel. Dan dari angka itu, hanya enam orang yang dipastikan sebagai anggota Hamas. Selain mereka, serbuan senjata juga menewaskan 12 anggota keluarga Daloo dan Manzar. Dengan begitu, terhapus lah tiga generasi keluarga Daloo serta Manzar dari kawasan Gaza.

    “Total korban dalam serangan brutal ini mencapai 100 orang,” tulis Haaretz, Selasa, 20 November 2102. “Sebanyak 58 merupakan penduduk sipil dan 18 anak-anak.”

    Data korban yang terpublis itu berasal dari Lembaga Hak Asasi Manusia Palestina, Lembaga Hak Asasi Manusia Al Mezan dan layanan kesehatan di Gaza. Mereka juga menghitung jumlah korban luka: 700 orang, termasuk 215 anak-anak.

    PELBAGAI SUMBER | CORNILA DESYANA

    Berita Terpopuler
    Pejabat Israel Bersumpah Lakukan ''Holocaust'' 

    Fatah-Hamas Sepakat Bersatu Melawan Israel 

    Gedung Putih Bilang Obama Ganteng Pakai Batik

    Lawan Israel, Hisbullah Tak Biarkan Gaza Sendiri

    Hamas Tantang Israel Lakukan Serangan Darat 

    ''Miss Earth'' Rusia Sebut Negaranya Pengemis  





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.