Israel Serang Gaza, JK Kirim Obat ke Palestina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua PMI Jusuf Kalla, saat mengikuti rapat dengan Badan Legislasi, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 22-5, 2012. Rapat tersebut membahas pembentukan RUU Lambang Palang Merah yang merupakan tindak lanjut dari Konvensi Jenewa tahun 1949 dan UU No. 59 Tahun 1958.TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua PMI Jusuf Kalla, saat mengikuti rapat dengan Badan Legislasi, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 22-5, 2012. Rapat tersebut membahas pembentukan RUU Lambang Palang Merah yang merupakan tindak lanjut dari Konvensi Jenewa tahun 1949 dan UU No. 59 Tahun 1958.TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, mengatakan institusinya akan memberikan bantuan obat-obatan ke Gaza, Palestina. Karena tidak bisa hadir langsung, mekanismenya tengah dikoordinasikan dengan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah terdekat dari lokasi konflik.

    "Kami berupaya membantu tapi jarak jauh, bentuk bantuannya kesehatan berupa obat-obatan," kata JK ketika ditemui di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa, 20 November 2012. Bantuan kesehatan berupa obat-obatan diberikan karena di Palestina sudah ada tenaga medis yang cukup.

    JK juga meminta pemerintah Indonesia untuk mendukung langkah perdamaian di wilayah Gaza, yang berada di wilayah antara Israel dan Palestina. Alasannya, korban jiwa yang berjatuhan cukup banyak, termasuk perempuan dan anak-anak.

    Mantan Wakil Presiden ini menuturkan penyelesaian masalah di jalur Gaza hanya ada dua, perang dan damai. "Genjatan senjata merupakan salah satu solusi untuk melakukan perdamaian," kata JK. Sejak dulu, menurut dia, Indonesia selalu berpihak kepada Palestina dan itu tidak perlu diragukan lagi.

    Israel kembali melakukan serangan udara militer ke wilayah Gaza dalam sepekan terakhir. Serangan ini kembali memakan korban jiwa. Sampai saat ini, total korban tewas pun menjadi 34 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

    SUNDARI

    Berita Terkait:
    Pejabat Israel Bersumpah Lakukan ''Holocaust''

    Krisis Gaza, PBB Minta Gencatan Senjata

    Survei: 90 Persen Yahudi Israel Dukung Perang Gaza

    Gempuran Udara Israel Berlanjut, 12 Tewas

    Prancis Serukan Gencatan Senjata Israel-Palestina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.