Survei: 90 Persen Yahudi Israel Dukung Perang Gaza  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pemuda Palestina melempar batu ke tentara Israel yang membalas dengan gas air mata di Ofer, Tepi Barat, (18/11). Para pemuda Palestina memprotes penyerangan Israel ke Jalur Gaza. AP/Majdi Mohammed

    Seorang pemuda Palestina melempar batu ke tentara Israel yang membalas dengan gas air mata di Ofer, Tepi Barat, (18/11). Para pemuda Palestina memprotes penyerangan Israel ke Jalur Gaza. AP/Majdi Mohammed

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah survei yang digelar oleh harian bahasa Inggris di Israel, Hareetz, menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap perang Gaza. Hasil survei pada Ahad, 18 November 2012, menunjukkan 84 persen warga Israel mendukung perang yang sudah terjadi selama enam hari antara Israel-Palestina di perbatasan Gaza.

    Responden yang diajak survei adalah warga Arab dan warga Yahudi di Israel. Ternyata 90 persen warga Yahudi di negeri Zionis itu mendukung serangan militer ke Palestina yang banyak mereguk korban sipil.

    Sabtu lalu, militer Israel tak hanya menyerang rumah penduduk, tapi juga gedung media di Kota Gaza. Misil Israel merusakkan tiga stasiun televisi yang berkantor di gedung tersebut, yaitu Al Aqsa TV, Hamas TV, dan Al Quds TV.

    Kumpulan jurnalis menamakan diri Association Press di Gaza menyatakan enam jurnalis Palestina terluka, termasuk seorang korban yang kehilangan kakinya. Serangan terhadap kalangan pers tersebut memancing kecaman dunia, khususnya dari Reporter Without Border, organisasi nirlaba yang mendukung kebebasan memperoleh informasi.

    Direktur Internasional Reporter Without Borders di Paris, Christophe Deloire, mengatakan serangan itu tak bisa dijustifikasi karena mengancam kebebasan terhadap akses informasi. Ia meminta sebuah investigasi terhadap serangan gedung media.

    "Meski gedung tersebut terhubung dengan Hamas, ini tidak bisa melegitimasi serangan," ujar Deloire. "Serangan melawan masyarakat sipil secara hukum adalah kejahatan perang."

    Militer Israel mengatakan serangan itu untuk menghancurkan alat komunikasi milik Hamas di atap gedung. Hamas dituduh sengaja menggunakan jurnalis sebagai tameng hidup mereka. Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Avital Leibovic, meminta jurnalis menjauhi basis dan fasilitas milik Hamas.

    HAARETZ | CBSNEWS | DIANING SARI

    Berita Terpopuler
    Selingkuhan Bos CIA "Rekonsiliasi" dengan Suami

    Pria Turki Perkosa Bebek

    Bapak-Anak Merampok Tujuh Bank

    Peretas Bocorkan Data 5.000 Pegawai Israel

    Adele Jadi Politikus Waria Pertama di Kuba


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.