Oposisi Suriah Angkat Duta Besar untuk Prancis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Pembebas Suriah menumpuk batu untuk tempat perlindungan di kawasan Bustan Al-Basha, Aleppo, Suriah, Ahad (28 Oktober 2012). Tentara Pembebas Suriah menguasai sebagian besar kawasan ini. TEMPO/Pramono

    Tentara Pembebas Suriah menumpuk batu untuk tempat perlindungan di kawasan Bustan Al-Basha, Aleppo, Suriah, Ahad (28 Oktober 2012). Tentara Pembebas Suriah menguasai sebagian besar kawasan ini. TEMPO/Pramono

    TEMPO.CO, Paris - Prancis pada hari Sabtu menyambut anggota oposisi Suriah sebagai duta negara itu. Negara ini berharap agar langkahnya mendorong negara-negara Barat lainnya untuk mengikutinya.

    Utusan baru, Mounzir Makhous, muncul di hadapan pers setelah melakukan pembicaraan di Istana Kepresidenan Prancis dengan Presiden Francois Hollande dan kepala koalisi oposisi Suriah yang baru saja dibentuk.

    "Akan ada seorang Duta Besar Suriah di Prancis," kata Hollande. Perancis mengusir Duta Besar Suriah pada bulan Mei, yang lalu diikuti setengah lusin negara Barat lainnya.

    Mouaz Al-Khatib, pemimpin oposisi, menggambarkan Makhous sebagai "salah satu yang pertama untuk berbicara tentang kebebasan" di Suriah. Ia memegang empat gelar doktor dan  berasal dari sekte yang sama dengan Presiden Suriah yang memerangi kelompoknya, Bashar Al-Assad.

    Ada ketakutan yang meluas bahwa tanpa kekuatan oposisi yang sah, perang sipil di Suriah bisa berubah menjadi pertempuran sektarian. Namun, Amerika Serikat dan negara Uni Eropa lainnya mengatakan mereka lebih memilih untuk menunggu dan melihat apakah koalisi benar-benar mewakili berbagai kepentingan di Suriah. 

    Al-Khatib menyatakan bahwa sebuah pemerintahan sementara yang terdiri dari teknokrat akan segera dibentuk. Sebuah komando militer juga sedang dibentuk dan pusat koordinasi dikhususkan untuk bantuan kemanusiaan akan dibentuk di Kairo.

    "Saya katakan terus terang bahwa kita tidak memiliki agenda tersembunyi. Tidak ada kesepakatan tersembunyi, tidak ada keputusan yang dibuat tersembunyi," kata al-Khatib dalam upaya untuk meyakinkan negara-negara lain.

    "Peran kami akan berakhir secepat rezim ini jatuh. Orang-orang Suriah dapat memutuskan bentuk rezim konstitusional yang mereka inginkan," katanya. 

    AP | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.