Guru SMA Singapura Rayu Muridnya dengan Novel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO.CO, Singapura - Pengadilan Distrik Singapura menghukum seorang guru SMA yang menggoda muridnya secara seksual, dengan vonis penjara selama satu tahun, pada akhir Oktober 2012. Guru perempuan berusia 32 tahun itu mengaku memang telah berhubungan seks dalam dua kali kesempatan dengan muridnya yang baru berusia 15 tahun.

    Saat membacakan putusan, hakim Pengadilan Distrik Singapura, Eugene Teo, menilai sang guru sebenarnya tidak mempunyai tendensi pedofilia. Akan tetapi, hukuman dijatuhkan karena "ada sebuah garis tegas dalam hubungan guru-murid yang tak boleh dilanggar."

    Insiden tak patut ini bermula ketika murid SMA itu mengalami sebuah kecelakaan perahu dalam perjalanan wisata sekolah ke luar negeri pada 2011. Dia kemudian aktif berkonsultasi pada guru perempuan itu, yang memang ikut mengawal kegiatan siswa. Hubungan guru-murid ini kian dekat sampai sang guru mulai rajin memberikan berbagai hadiah, termasuk sebuah novel dewasa Eat, Pray, Love karangan Elizabeth Gilbert.

    Berbagai hadiah itu mengubah pola hubungan guru-murid ini, sampai pada Desember 2011, si murid bersedia datang ke rumah gurunya. Di sana, terjadi hubungan seksual yang kemudian berlanjut beberapa kali sampai Januari 2012.

    Asmara terlarang ini kemudian terungkap setelah orang tua murid menemukan gelagat mencurigakan, dan melaporkan guru perempuan anak mereka ke polisi.

    WD | ASSOCIATED PRESS

    Berita Terpopuler:
    Satu Lagi Proyek Warisan Foke Dipertanyakan

    Gaya Keras Ahok Jadi Shock Therapy Pemda DKI

    Deddy Mizwar Pasrah kepada Eep Saefulloh Fatah

    Begini Pembagian Kerja Jokowi dan Ahok

    Jurnalis Korban Tentara di Riau, Dipukuli Lagi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.