Perlu Nabung 3.000 Tahun untuk Beli Apartemen Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Apartemen Rancangan Frank Gehry. tianya.cn

    Apartemen Rancangan Frank Gehry. tianya.cn

    TEMPO.CO, Hong Kong - Harga tempat tinggal di Asia, terutama di kota-kota pusat keuangan benua ini, dengan cepat meroket harganya, jauh melampaui harga apartemen di New York dan London. Sebuah apartemen di Hong Kong baru-baru ini terjual seharga US$ 58.700.000 pada bulan Oktober. Demikian laporan Bloomberg. Penjualan ini mencatat rekor baru harga tertinggi apartemen di Asia.

    Menurut pemiliknya, Swire Properties, apartemen seluas 620 meter persegi itu dibeli oleh pembeli yang tidak disebutkan namanya bulan lalu. Harga jual sama dengan US$ 94.500 atau setara Rp 909.562.500 per meter persegi.

    Apartemen ini adalah salah satu dari 12 di kondominium eksklusif yang dirancang oleh arsitek legendaris Frank Gehry. Ia dikenal sebagai orang di belakang Museum Guggenheim di Bilbao, Spanyol, dan Walt Disney Concert Hall di Los Angeles, California.

    Penjualan apartemen ini adalah yang termahal sejauh ini. Sebelumnya, apartemen satu lantai di bawahnya terjual seharga US$ 55.500.000 pada bulan Agustus. Apartemen lain sedang disewakan sebesar US$ 110 ribu atau setara Rp 1,05 miliar per bulan.

    Apartemen yang berada di bukit tertinggi di Hong Kong ini menawarkan pemandangan ke seantero kota yang elok. Namun, bagi warga Asia dengan penghasilan rata-rata US$ 19,6 ribu per tahun, harga apartemen ini sungguh di luar kemampuan. Setidaknya diperlukan waktu 3.000 tahun menabung untuk bisa membeli dan menghuni salah satu lantai di apartemen itu!

    TIME | TRIP B

    Berita Terpopuler:
    Wanita Pengungkap Skandal Seks Bos CIA Terlilit Utang

    Ical Bakrie Bakal Dipasangkan dengan Soekarwo

    Tiga Alasan Deddy Mizwar Mau Jadi Cawagub

    Ini Pantangan Tinggal di Kampung Susun Ciliwung

    Suami Ola Ditembak Mati di Depan Henri Yoso


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.