Begini Cara Bos CIA Sembunyikan E-mail ke Pacarnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • David Petraeus dan istrinya, Holly. REUTERS/Jeff Haynes/files

    David Petraeus dan istrinya, Holly. REUTERS/Jeff Haynes/files

    TEMPO.CO, WASHINGTON DC -- Aneh bahwa bos CIA bisa ketahuan selingkuh setelah e-mail-nya dilacak. Bagaimana mungkin bos lembaga intelijen terkuat di dunia bisa ketahuan e-mail-nya? Tapi itulah yang terjadi. Meski David Petraeus berusaha keras menyembunyikan lalu lintas e-mail-nya dengan sang pacar gelap, Paula Broadwell, toh upaya ini gagal juga. Tragisnya, kegagalan itu bukan karena trik menyembunyikan e-mail yang salah, tapi karena keteledoran sang pacar.

    Sebagai orang yang paham teknik kontra-intelijen, Petraeus pasti tahu berbagai trik untuk menghilangkan jejak. Termasuk bagaimana dia menutupi jejak lalu lintas e-mail-nya dengan sang pacar. Dan inilah yang dia lakukan agar jejak itu tak kelihatan.

    Pertama, dia membuat akun e-mail gratisan Gmail. Tentu saja akun ini menggunakan nama palsu. Petraeus kemudian membagi password dan user id e-mail ini ke sang kekasih sehingga masing-masing bisa membuka akun itu kapan pun mereka mau.

    Kedua, Petraeus tak pernah mengirim e-mail yang sudah dia buat. Petraeus tahu persis, begitu menekan tombol send di e-mail, maka saat e-mail itu meluncur ke tujuannya akan tertinggal jejak IP Address--nomor unik komputer yang dicatat oleh penyedia Internet, dan ini bakal mudah dilacak.

    Jadi bagaiamana caranya agar tidak terlacak? Bukannya mengirim e-mail, Petraeus menulis e-mail di folder draft di akun tersebut lalu membiarkannya di sana setelah di-save. E-mail ini tak akan terkirim ke mana pun.

    Nah, Broadwell nantinya akan membuka akun itu--jangan lupa, dia sudah diberi password untuk membuka--lalu mencari folder draft dan membaca e-mail dari sang bos CIA. Broadwell bisa me-reply dengan cara yang sama, yaitu menulis di folder draft dan tak perlu mengirim e-mail itu ke mana pun sehingga praktis tak ada jejak tertinggal.

    Aman? Lumayan aman. Sebetulnya trik ini sudah dipahami oleh FBI karena trik inilah yang biasa digunakan para teroris untuk menghindari lalu lintas komunikasi mereka terendus. Trik lain, mengirim e-mail dari warnet, bukan komputer pribadi, sehingga nomor IP Address sulit dilacak.

    Dalam kasus Petraeus, masalah terjadi bukan karena trik itu gagal. FBI tahu lalu lintas e-mail tersebut karena kebetulan belaka, yaitu gara-gara Broadwell mengirim e-mail ancaman ke Jill Kelley, teman baik Petraeus.

    Rupanya, Broadwell cemburu pada Jill sehingga dia membuat akun palsu dan mengirim e-mail ancaman agar Jill menjauh dari Petraeus. Merasa terganggu dan takut, Jill menceritakan ancaman itu ke temannya, seorang agen FBI, yang kemudian melacak dari mana e-mail ancaman itu berasal. (Baca: Selingkuh Bos CIA Petraeus Terbongkar karena Cemburu) Usut punya usut, ketahuan bahwa e-mail itu berasal dari Broadwell. Belakangan, ketika penyelidikan diteruskan, ketahuan lagi bahwa Broadwell menjalin komunikasi melalui e-mail dengan Petraeus. Maka, terbongkarlah skandal itu.

    DARU PRIYAMBODO | WASHINGTON POST

    Berita terpopuler lainnya:
    Soedirman Penganut Kejawen Sumarah

    Begini Asal-usul Keluarga Jenderal Soedirman

    Cerita Soedirman Palsu di Atas Tandu

    Alasan PPP Mau Calonkan Rhoma Irama Jadi Presiden

    Di Sekolah, Jenderal Soedirman Dijuluki Kaji

    Teka-teki Rambut Putih Obama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.