Anak Miliarder AS akan "Bunuh" Obama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peter Brant II. zimbio.com

    Peter Brant II. zimbio.com

    TEMPO.CO, Washington - Saat banyak warga Amerika Serikat membincang dengan suka cita kemenangan Barack Obama untuk kembali memimpin Amerika Serikat, tak demikian dengan remaja ini. Peter Brant II, remaja 18 tahun anak mogul penerbitan Peter Brant Sr dan supermodel Stephanie Seymour, bersikap sebaliknya. Saling berkirim pesan dengan temannya, Andrew Warren, via Instagram, ia menyatakan ingin membunuh Obama.

    Warren, yang di akun Twitter-nya mengaku tinggal di Hamptons, New York, mengatakan bahwa pemilu membuatnya tampak "memprihatinkan". Brant membalas, "Aku malah punya rencana membunuh Obama." Keduanya kemudian membuat leluson tentang hak-hak perempuan.

    Tak cukup hanya berbincang di Twitter, Brant berbagi kelucuan itu dengan memotret percakapan mereka dan mempostingnya di Instagram. Komentarnya ditanggapi terbelah oleh warga Instagram: ada yang ikut tertawa bersama mereka, ada yang mencibirnya.

    Peter dalam perbincangan itu menyatakan tak sabar menunggu empat tahun lagi. "Empat tahun terlalu lama untuk memulai perbaikan," katanya.

    Ia juga menyatakan cemoohannya atas Hillary Clinton, yang santer digossipkan bakal melenggang pada periode mendatang untuk maju dalam pencapresan. "Aku satu-satunya orang yang akan sekarat jika Anjing Hill maju pada 2016," tulisnya.

    Namun setelah berita percakapan keduanya merebak, Warren menyatakan obrolan mereka hanya candaan semata. "Orang-orang yang terlalu serius perlu lelucon. (Apa yang ada di) Instagram jelas tak serius," katanya.

    Namun di mata hukum, tak semua candaan dianggap lelucon. Donte Jamar Sims, pemuda 21 tahun asal North Carolina, ditahan September lalu setelah melakukan serangkaian ancaman pada Obama.

    HUFFINGTON POST | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?